Call Center.pngStop Illegal.png

 Letak Kawasan

 Cagar Alam Watu Ata yang terletak di kawasan Barat bagian selatan Pulau Flores, secara administratif pemerintahan berada di dua wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Bajawa dan Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada.

Sesuai dengan pembagian administrasi pengelolaan kawasan konservasi, Cagar Alam Watu Ata berada dalam wilayah pemangkuan Resort Wilayah Konservasi Cagar Alam Watu Ata, Seksi Konservasi Wilayah III Maumere, Bidang KSDA Wilayah II Ruteng pada Balai Besar KSDA NTT. Kawasan yang jaraknya sekitar 45 kilometer sebelah Barat Daya Kota Bajawa, Ibu kota Kabupaten Ngada ini mempunyai luas 4.898,80 hektar.

 

Sejarah Kawasan

 Kawasan Cagar Alam Watu Ata merupakan salah satu kawasan Suaka Alam yang ditetapkan melalui surat keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 423/KptsII/1992, tanggal 5 Mei 1992 dengan luas 4.898,80 hektar.

 

Potensi Kawasan

 ·       Kondisi Ekosistem

Ø  Hutan Pegunungan Bawah

Hutan pegunungan bawah berada pada ketinggian diatas 1.000 m dpl. Hutan awet basah dimana air hampir selalu tersedia melalui hujan, kabut ataupun awan yang turun. Hutan ini meliputi wilayah pada puncak-puncak ketinggian, pada tanah vulkanis. Keanekaragaman yang cukup tinggi dapat ditemui pada wilayah ini. Hampir semua jenis tumbuhan dan spesies burung yang ada di hutan TWA Ruteng akan ditemui pada wilayah ini, bahkan pada saat pengamatan dijumpai burung langka Elang Flores (Spizaetus cirrhatus floris), Ngkiong (Pachychepala nudigula), cekakak tunggir putih (Caridonax fulgidus).

Ø  Ampupu Eucalyptus Urophylla

Pohon ampupu (Eucalyptus urophylla) dengan penutupan tajuk yang rendah (sekitar 30%) dan ditumbuhi rumput dan alang-alang merupakan tumbuhan perintis yang sangat baik. Jenis-jenis lain yang dapat ditemui pada wilayah ini

adalah kayu besi (Dyospiros celebica), kayu merah (Pterocarpus indicus), kayu manis (Cinnamomum burmanii), kemiri (Aleurites moluccana), johar (Cassia siamea) dan asam (Tamarindus indica). Hanya sedikit spesies burung yang dapat ditemui pada wilayah ini dan yang mudah ditemui adalah serindit flores (Loriculus flosculus).

Ø  Savana Padang Rumput dan Semak Belukar

Savana padang rumput dan alang-alang ditumbuhi pohon-pohon yang jenisnya terbatas dan jarang. Semak belukar dan pohon kirinyu yang telah mulai mendominasi kawasan ini memenuhi sampai sekitar 30% dari luas seluruh kawasan.

Ø  Wilayah Tebing dan Aliran Sungai

Wilayah Cagar Alam Watu Ata merupakan bentang alam bergelombang permanen dengan tebing tebing yang terjal sebagai ciri khas kawasan. Aliran sungai mengalir sepanjang tahun di tengah-tengah kawasan seakan membelah kawasan dan meliputi areal yang sangat terjal dan jurang yang dalam. Namun pada wilayah tertentu dimana masih didapati hutan tropis pada puncak-puncak kawasan akan dengan mudah didapati aliran kecil air jernih yang mengalir sepanjang tahun dari mata air.

Ø  Gejala Alam di sekitar kawasan (Outside Area)

Aktivitas kawah Wawo Muda pada bulan Januari 2001 telah membuat panorama indah Danau Kawah berwarna merah hati. Danau ini konon menurut penduduk setempat enam bulan sebelum kegiatan berwarna hijau dan kemudian berubah warna menjadi merah hati pada saat kegiatan. Disekitar kawah ditumbuhi pohon perintis cemara gunung (Casuarina junghuinna) dan ampupu (Eucalyptus urophylla) pada lingkaran lebih luarnya. Letak Danau Kawah berada di luar kawasan Watu Ata dan termasuk ke dalam kelompok hutan Inelika.

 ·       Flora

 Adapun jenis vegetasi antara lain kayu besi (Dyospiros celebica), kayu merah (Pterocarpus indicus), kabesak (Acacia leucocephala), jambu air (Eugenia sp), kayu manis (Cinnanioinum burmanii), kemiri (Aleurites molucana), johar (Cassia siamea), mangga (Mangivera indica), asam (Taniarindus indica), nyamplung (Callophyliun inophylum), dan ampupu (Eucalyptus urophylla).

 ·       Fauna

 Aneka jenis fauna yang hidup di kawasan ini di antaranya adalah rusa timor (Cervus timorensis), Landak (Zaglossus sp), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), babi hutan (Sus vitatus), ayam hutan (Gallus galus), serta berbagai jenis burung seperti nuri (Lorius domicella), serindit flores (Loriculus flosculus), kakatua (Cacatua sulphurea), dan tekukur (Streptopelia chinensis). Selain karena kekayaan alamnya, kawasan ini mempunyai fungsi sangat vital sebagai daerah tangkapan air bagi daerah Bajawa dan sekitarnya. Oleh karena potensi sumber daya alamnya tersebut maka kawasan ini ditetapkan sebagai cagar alam.

 

Fasilitas Yang Tersedia

 Hingga saat fasilitas yang tersedia berupa 1 (satu) buah pondok kerja, 2 (dua) buah pos Jaga dan 1 (satu) unit sepeda motor.

 

Aksesibilitas ke Kawasan

Untuk mengunjungi Cagar Alam Watu Ata dapat ditempuh melalui jalur darat, dari kota Bajawa kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan darat sampai pada batas kawasan terdekat, namun untuk menjangkau ke dalam kawasan dapat ditempuh 2-3 jam perjalanan dengan kendaraan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki.