Call Center.pngStop Illegal.png

Letak Kawasan

Kawasan Taman Buru Bena merupakan salah satu kawasan Pelestarian Alam. Secara administrasi pemerintahan termasuk dalam wilayah Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sesuai dengan pembagian administrasi pengelolaan kawasan konservasi, Taman Buru Bena berada dalam wilayah pemangkuan Resort Wilayah Konservasi Taman Buru Bena, Seksi Konservasi Wilayah I Atambua, Bidang KSDA Wilayah I Soe pada Balai Besar KSDA NTT

 

Sejarah Kawasan

Kawasan Taman Buru Bena ditunjuk melalui Keputusan Menterl Pertanian Nomor 05/Kpts/Um/l/1978, Tanggal 20 Januari 1978 seluas 11.000 hektar. Setelah dilakukan tata batas kemudian ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan nomor: 74/Kpts-II/1996 tanggal 27 Pebruari 1996 seluas 2000,64 ha

 

Potensi Kawasan

·         Ekosistem dan Fenomena Alam

Taman Buru Bena terdapat 4 type perwakilan ekosistem hutan yaitu, hutan bakau yang terdapat di sekitar muara sungai Noelmina dan Noemuke, hutan pantai terdapat di sekitar pantai selatan, hutan musim serta savanna yang terdapat pada bagian tengah dan utara kawasan.

Selain satwa dan tumbuhan liar, kawasan Taman Buru Bena memiliki potensi keindahan alam berupa bentang alam yang unik, situs bersejarah dan lain-lain. potensi keindahan alam tersebut yaitu:

ØBentangan pantai selatan: merupakan bentangan pasir dibibir pantai, meskipun tidak berpasir putih, namun secara komparatif dibandingkan dengan daerah lain kawasan ini memiliki pantai yang relative panjang yaitu 6 km. disepanjang perbatasan pasir pantai dengan daratan ditumbuhi oleh jenis cemara laut dan ketapang. Selain itu, kawasan pantai ini merupakan daerah pendaratan dan peneluran (nesting site) dari penyu.

ØGua Jepang: gua jepang merupakan gua buatan jepang, berada sekitar 100 meter dari bibir pantai, terdapat sebuah gua jepang. Gua jepang ini menjadi bukti sejarah bahwa tentara jepang pernah menjajah di tanah Pulau Timor ini.

ØDanau Kubai: Danau Kubai merupakan danau air tawar, yang memiliki luas 2 Hektar. Keunikan danau ini adalah terdapat tumbuhan alga yang hidup di danau tersebut. Selain itu di danau ini terdapat jenis ikan gabus, belanak, tawes, udang gajah, mujair dan lele.

·         Flora

Tipe vegetasi hutan kering dan savana didominasi oleh jenis-jenis Lontar (Borrasus flabelifer), Asam (Tamarindus indica), Kesambi (Schleisera oleosa), dan Waru Laut (Hibiscus tiliacus). Tipe vegetasi hutan pantai ditumbuhi oleh Cemara Laut (Casuarina equisetijblia) serta tipe vegetasi hutan payau didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata, Bruguera conyugata dan Bruguera exaristata.

Kawasan Taman Buru Bena terdiri dari beberapa tipe ekosistem, yaitu:Sekitar 60 % diantara jenis ekosistem di Taman Buru Bena adalah padang savana. Sisanya merupakan:

ØHutan mangrove disekitar muara sungai Noelmina dan Noemuke, ditandai oleh jenis pohon bakau (Rhizophora apiculata) dan Avicenia alba.

ØHutan pantai, ditandai oleh jenis-jenis pohon berupa Cemara laut (Casuarina equisetifolia), Ketapang (Termanilia cattapa), Waru (Hibiscus sp) dan tumbuhan bawah berupa Passiflora foetida.

ØHutan musim, ditandai oleh jenis Gebang (Coripha gebanga). dibeberapa lokasi ditandai oleh vegetasi kabesak (Acassia nelotica)

·         Fauna

Potensi jenis satwa liar yang terdapat di kawasan ini diantaranya adalah Rusa Timor (Cervus timorensis), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascisularis), Babi Hutan (Sus vitatus), Biawak Timor (Varanus timorensis), Sanca Timor (Phyton timorensis), Camar (Sterna sp), Kakatua Putih Kecil Jambut Kuning (Cacatua Sulphurea), Ulung-ulung/Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus Leucogaster), Raja Udang (Halycon sp), Bangau Putih (Egretta Sacra), Buaya Muara (Crocodylus porosus), Penyu Sisik (Eretmochelis Imbricate). Penyu lekang/sisik semu (…)

·         Potensi Wisata Alam dan Jasa Lingkungan

Potensi objek wisata yang ada di Taman Buru Bena adalah flora dan fauna serta fenomena alam yang ada di Taman Buru bena dapat dijadikan sebagai objek wisata.

Mengingat fungsinya sebagai Taman Buru dan bukan merupakan Kawasan Suaka Alam, maka pada dasarnya kegiatan pariwisata alam sampai batas yang mungkin dilaksanakan, dapat dilakukan. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah:

ØWisata Buru: Kegiatan wisata buru merupakan wisata utama di Taman Buru Bena karena sesuai fungsinya sebagai taman buru. Kegiatan ini dapat dilakukan antara lain dengan melakukan pengembangan satwa buru di dalam kawasan pada blok pengembangan satwa.

ØWisata Alam: Aktifitas wisata alam selain wisata buru, dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi wisata yang ada didalam kawasan. Pada blok pemanfaatan dapat dimanfaatkan kegiatan wisata alam .

ØPendidikan dan Bina Cinta AlamKegiatan pendidikan dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi kawasan sebagai sarana. Kegiatan pendidikan pada kawasan Taman Buru Bena dapat dilakukan berupa pemanfaatan kawasan sebagai objek penelitian, pendidikan lingkungan, praktek lapangan dari pelatihan kehutanan dan lain-lain. kegiatan bina cinta alam dapat dilakukan melalui penyelenggaraan interpretasi kawasan atau lingkungan sehingga sasaran pendidikan terutama para pelajar, mahasiswa dan pelatih dapat dengan mudah memahami ilmu pengetahuan dengan mengamati laboratorium alam.

 

Fasilitas yang tersedia

Fasilitas pengelola yang telah tersedia adalah 1 (satu) buah Pondok Kerja semi permanen, 1(satu) buah Pos Jaga,1 (satu) buah Pondok Penetasan Penyu, dan 1 (satu) unit kendaraan patroli.

 

Aksesibilitas ke kawasan

Kawasan Taman Buru Bena dapat ditempuh daengan menggunakan alat transportasi darat dengan menggunakan kendaraan darat (pribadi/umum) kurang lebih 2-3 jam.Kondisi jalan antara Kupang– Bena relative sudah baik dengan kondisi beraspal hotmix.