Call Center.pngStop Illegal.png

Letak Kawasan

Kawasan Taman Buru Pulau Ndana merupakan salah satu kawasan Pelestarian alam. Secara Administrasi Pemerintahan, kawasan Konservasi Taman Buru Pulau  Ndana terletak di desa Batu Tua, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sesuai dengan pembagian administrasi pengelolaan kawasan konservasi, Taman Buru Pulau Ndana berada dalam wilayah pemangkuan Resort KSDA Taman Buru Pulau Ndana, Seksi Konservasi Wilayah II Camplong, Bidang KSDA Wilayah I Soe pada Balai Besar KSDA NTT.

 

Sejarah Kawasan

Adapun alasan penunjukan kawasan Pulau Ndana sebagai Taman Buru adalah kondisi lahannya yang relatif datar dan potensinya berupa satwa buru seperti Rusa Timor (Cervus timorensis) dan itik liar (coirina sp). Sejalan dengan berkembangnya populasi satwa rusa tersebut kemudian ditetapkan menjadi kawasan taman buru berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 74/ Kpts-II/1996 tanggal 27 februari 1996 dengan luas 2.000,64 ha.

 

Potensi Kawasan

·       Kondisi Ekosistem

Kondisi ekosistem di kawasan Taman Buru Pulau Ndana secara umum terbagi atas dua macam vegetasi yaitu: vegetasi savana yang didominasi jenis rumput-rumputan yang membentang mengelilingi wilayah bagian pinggir kawasan dengan luasan sekitar 60 % sedangkan vegetasi hutan campuran menempati bagian tengah kawasan tersebut dan menutupi sekitar 40 % dari luas kawasan, tempat tumbuh vegetasi hutan campuran sebagian besar berbatu karang sehingga jenis tumbuhan didominasi oleh jenis pionir yang bila tumbuh besar kemudian memecahkan batu karang.

·       Flora

Sesuai dengan kondisi ekosistem yang terdapat di Taman Buru Pulau Ndana yang terdiri dari 2 (dua) tipe vegetasi, maka pada tipe vegetasi savana terdapat beberapa jenis antara lain : Indogofera glandulosa wild, Remirea marifima aubl, Eragrostis unioloides nees, Poltinia fulva benth, Mollugo pentaphylla L., Euphorbia reniformis BL. Sedangkan tipe vegetasi hutan campuran terdiri dari jenis-jenis pionir antara lain : Kayu hitam (Diospyros ferrea Baks), Kesambi (Schleicera oleosa), kayu merah (Pterocarpus indicus), Beringin (Ficus benyamina), Gaharu (Phakria capitata), Asam (Tamarindus indica), Lontar (Borassus flabifer), serta beberapa jenis bakau yang menempati formasi pada pinggiran danau di Taman Buru Pulau Ndana.

·       Fauna

Potensi Fauna yang terdapat pada Taman Buru Pulau Ndana secara umum terdiri dari Fauna Daratan seperti  Mamalia, Reptilia, Aves,dan Fauna Laut seperti Jenis Ikan, Penyu, serta biota laut lainnya.

Ø  Jenis Mamalia yang terdapat di Taman Buru Pulau Ndana didominasi oleh Rusa Timor (Cervus timorensi) dan merupakan jenis satwa buru yang dikembangkan di kawasan ini.

Ø  Jenis reptilia yang terdapat di Taman Buru Pulau Ndana  antara lain : Sanca timor (Phyton timorensis), serta fauna laut yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), serta lumba-lumba (Tursiops sp).

Ø  Beberapa jenis aves yang terdapat di Taman Buru pulau Ndana antara lain: Raja Udang (Helcon cloris), Terkukur (Spreptolia sp), Dara hutan (Columba sp), Betet (Apromictus sp), Gagak (Corvus sp), Elang (Elanus sp), Dara laut (Sterna hirunda), itik liar (Cairina scantulata), Puyuh (Turnyx sp), Elang laut abu (Heliatus leucogaster), Koak kiuk (Philemon inornatus), Walik Rawa manu (Ptilonopus dohertyi), Burung hantu (Tarsius sp).

Ø  Spesies fauna laut terdiri dari berbagai jenis ikan, mamalia laut dan penyu. Beberapa jenis ikan karang yang sering dijumpai sekitar 41 jenis dan yang paling sering dijumpai adalah ikan kepe-kepe (Chaetodon sp), Gemutu (Chromis sp), Botok laut (Abudefduf sp), Buntana (Acanthurus sp), Dakocan (Dascyllus sp), dan Betok pasir (Pomacentrus sp). Sedangkan jenis ikan konsumsi yang sering ditangkan oleh nelayan setempat antara lain : Ikan Kembung (Rastelliger sp), Kakap (Lutjanus sp), Tembang (Clupea sp), Ekor Kuning (Caesio sp), Belanak (Mugil sp), Teri (Stelophorus sp), Tenggiri (Scomberolorus sp), Tongkol (Euthynnus sp), Hiu (Eulamia sp), Kerapu (Epinephelus sp), Selar (Caranx sp), Ikan terbang (Cypsilurus sp), Layang (Decapterus sp), Paperek (Leiognathus sp), Cucut (Eulamia sp), Pari (Dasyatis sp).

Ø  Beberapa jenis biota laut yang terdapat di perairan Taman Buru Pulau Ndana adalah Lola (Trochus niloticus), Kima (Cassis cornuta), Nautilus berongga (Nautilus pogupilius), Triton terompet (Charonia tritonis) dan batu laga (Turbo mamoratus), sedangkan untuk jenis terumbu karang yang dominan antara lain Acropora sp, Montipora spp, Favia spp, Forites spp, Montastrea spp, Lobophyllia spp, Fungia spp, dan Tumbinaria spp.

 

Potensi Wisata Alam dan Jasa Lingkungan

Potensi Obyek dan daya tarik wisata alam di Taman Buru Pulau Ndana yang terdapat di dalam dan sekitar kawasan antara lain:

·       Didalam Kawasan :

Potensi Obyek dan daya tarik wisata alam yang terdapat di dalam kawasan Taman Buru Pulau Ndana Antara lain: Potensi Wisata Buru, Gua Alam dan Sarang Burung Walet, Panorama Alam yang indah, Potensi Wisata Bahari (Pantai Pasir Putih, Wisata Diving,Snorkling, Surfing/selancar ombak).

·       Diluar kawasan :

Potensi Obyek dan daya tarik wisata alam yang terdapat di luar/sekitar kawasan Taman Buru Pulau Ndana Antara lain: Potensi wisata selancar ombak di pantai Nembrala, Potensi pentas  wisata budaya yang diselenggarakan setiap tahun.

 

Fasilitas yang tersedia

Fasilitas yang tersedia dalam kawasan Taman Buru Pulau Ndana belum tersedia, kecuali bangunan pos pengamanan perbatasan yang dibangun oleh pemda Rote Ndao, yang saat ini dimanfaatkan oleh pasukan pengaman perbatasan Tentara Nasional Indonesia.

 

Aksesibilitas ke kawasan

Aksesibilitas untuk mencapai kawasan Taman Buru Pulau Ndana dapat ditempuh dengan menggunakan sarana:

·       Transportasi angkutan kapal Laut dari Kupang (pelabuhan laut Tenau dan Bolok) ke Rote (pelabuhan laut Ba’a dan pantai Baru) setiap hari menggunakan kapal Ferry biasa (± 4 jam) dan Ferry cepat (± 1,5 jam).

·       Transportasi udara dari bandara Eltari (Kupang) ke bandara Lekunik (Rote)

·       Transportasi darat dari Ba’a ke Batu tua dan oeseli (kecamatan Rote barat daya) jarak tempuh ± 30 km dengan waktu tempuh  ± 45 menit.

·    Perjalanan dilanjutkan dengan sarana transportasi laut menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh  ± 3-4 jam melalui pantai batu tua sedang bila melalui pantai Oeseli waktu tempuh  ± 1,5-2 jam.