Secara administratif kawasan hutan Taman Wisata Alam Camplong terletak pada empat wilayah desa yaitu: Desa Camplong I, Desa Camplong II, Desa Naunu dan Desa Oebola. Keempat Desa tersebut di atas berada dalam wilayah Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang. Berdasarkan letak astronomis kawasan hutan Taman Wisata Alam Camplong terletak antara 1230 39’ - 1240 23’ Bujur Timur dan 90 57’ - 100 30’ Lintang Selatan.
Batas-batas kawasan sebagai berikut:
Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Camplong I
Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Naunu,
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Camplong II dan Desa Oebola yang terdapat di tengah kawasan sebagai desa enclave.
Taman Wisata Alam Camplong mengalami beberapa tahapan sejarah pembentukan antara lain; Pada tanggal 11 Mei 1929 kawasan ini ditunjuk oleh Residen Timor melalui Keputusan Nomor : 180 seluas ± 475 hektar sebagai Hutan Tutupan yang terpelihara, Tanggal 17 Maret 1980 kawasan ini ditunjuk oleh Menteri Pertanian RI melalui Keputusan Nomor: 183/Kpts/Um/3/1980 yang tergabung dengan Kelompok Hutan Sisimeni Sanam, Tanggal 30 Maret 1982 Gubernur Nusa Tenggara Timur menunjuk kawasan ini sebagai Taman Wisata melalui Keputusan Nomor:46/BKLH/1982 seluas ± 2.000 hektar, Tanggal 12 Desember 1983, melalui Keputusan Nomor 89/Kpts/Um/83 tentang Tata guna Hutan Kesepakatan (TGHK) Menteri Pertanian menunjuk kawasan ini sebagai Hutan Wisata, secara parsial ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.347/Menhut-II/2010, tanggal 25 Mei 2010 pada saat penataan tata batas kawasan yang dilakukan Balai Planologi Kehutanan Wilayah IV Nusa Tenggara tanggal 8 Juni 1982 Kawasan yang riil ditata batas adalah seluas 696,60 hektar.
Flora
Komposisi ekosistem tumbuhan dapat diartikan variasi jenis flora yang menyusun suatu komunitas. Komposisi jenis tumbuhan merupakan daftar floristik dari jenis tumbuhan yang ada dalam suatu komunitas, komposisi jenis vegetasi penyusun komunitas hutan. Taman Wisata Alam Camplong memiliki vegetasi yang merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan dataran sedang, terletak pada ketinggian sekitar 245 – 480 mdpl. Secara alamiah tipe ekosistem di sini dapat dikelompokkan ke dalam 2 tipe ekosistem, yaitu ekosistem hutan musim, ditandai dengan vegetasi yang kurang tinggi (antara 15-20 m), banyak percabangan dan pada musim kering menggugurkan daunnya, serta ekosistem hutan savanna. Beberapa jenis tumbuhan sangat penting untuk keseimbangan ekosistem, seperti keberadaan Ficus spp. dan beberapa jenis pohon berbunga lainnya seperti Alstonia scholaris, Cassia javanica. Keberadaan Ficus tertentu (“nisum” Ficus sp) sangat penting selain berfungsi sebagai sumber pangan bagi beberapa jenis satwa dan konservasi mata air di Taman Wisata Alam Camplong juga menjadi tempat bersarang lebah madu yang punya peranan penting dalam produksi madu. Di TWA Camplong terdapat 104 species flora dari 51 family, beberapa jenis yang meudah dijumpai adalah jenis Johar (Cassia siamea), Kenanga (Cananga odorata), Asam (Tamarindus indicus), Bidara (Zizipus timorensis), Jati (Tectona grafis), Kesambi (Shcleichera oleosa),Dysoxylum sp, serta beberapa jenis Ficus sp.
Fauna
Jenis-jenis satwa liar yang umum dijumpai antara lain adalah kera ekor panjang (Macaca fascicularis), biawak timor (Varanus timorensis), ular sanca timor (Phyton timorensis), sri gunting (Dicrurus leucopatus), raja udang (Alcedo othis) dan beberapa jenis aves lainnya.
Geologi
Berdasarkan peta Geologi Indonesia skala 1:2.000.000, Kecamatan Fatuleu termasuk pada formasi geologi dari jenis batuan : Deret Sonebait dan Ofu, neogen, aluvial dan paleogen. Sedangkan berdasarkan peta tanah bagan Indonesia skala 1: 1.250.000 (Lembaga Penelitian Tanah Bogor, 1968), jenis-jenis tanah yang berada di wilayah Kecamatan Fatuleu termasuk jenis Aluvial dengan bentuk dataran mediteran dan tanah-tanah komplek dengan bentuk pengunungan komplek. Jenis tanah tersebut dicirikan dengan kelabilan, mudah tererosi, drainase kurang baik serta mudah merekah pada musim panas.