Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Kupang, 6 september 2017

 

BBKSDA NTT melaksanakan rapat pembahasan draft role model pengelolaan kawasan lingkup BBKSDA NTT. Acara ini dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA NTT dan dihadiri seluruh Pejabat Struktural lingkup BBKSDA NTT serta para pejabat fungsional PEH dan Polhut. Sesuai arahan Direktur Jenderal KSDAE , Balai Besar KSDA NTT mendapat tugas untuk melaksanakan 3 (tiga) paket role model pengelolaan kawasan, yaitu : 1) Peningkatan Patroli Terpadu TWAL Tujuh Belas Pulau, 2) Pengembangan paket Ekowisata TWA Menipo dan 3) Pengembangan Tanaman Obat di TWA Ruteng berbasis 3 pilar. Role model ini ditargetkan untuk diajukan kepada Dirjen KSDA paling lambat bulan Oktober tahun 2017.

 

Dari tiga paket role model yang akan dilaksanakan BBKSDA NTT, role model pengembangan ekowisata TWA Menipo akan sangat sulit untuk dilaksanakan karena keterbatasan sarana prasarana dan pertimbangan lain. Namun tanpa menjadi role model pun BBKSDA NTT tetap akan mengembangkan TWA Menipo. Aktifitasnya telah dimulai sejak 2017 melalui pembangunan sarana wisata dan akan terus ditingkatkan pada tahun 2018 sebagai salah satu prioritas nasional.  Untuk itu disepakati mengganti role model ekowisata TWA Menipo dengan role model tentang penanganan konflik satwa liar buaya di Propinsi NTT.  Pemilihan paket tersebut dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan SDM, sarpras pendukung termasuk Standar Operating Procedure (SOP)  penanganan konflik satwa liar buaya yang telah ada dan berjalan di BBKSDA NTT.  Penanganan konflik satwa liar tersebut  masih terbatas pada lingkup BBKSDA NTT sendiri, belum melibatkan stakeholder lain seperti pemerintah daerah propinsi dan istansi terkait lainnya. Dengan menjadikannya sebagai role model, diharapkan menjadi pembelajaran sekaligus penyempurnaan penanganan konflik satwa, khususnya bagi BBKSDA NTT sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.  

 

Untuk paket role model peningkatan patroli terpadu TWAL 17 pulau telah disepakati melibatkan stakeholder diantaranya Pemda Kabupaten Ngada, pemerintah desa sekitar TWAL 17 pulau, pos TNI AL dan tokoh-tokoh masyarakat serta Muspika riung  yang terdiri dari pihak kecamatan riung, Polsek riung dan koramil riung. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat dengan para pihak terkait sebagai langka tindak lanjut penyusunan dan pelaksaaan role model. Sedangkan untuk paket role model pengembangan tanaman obat di TWA Ruteng berbasis 3 pilar yang terdiri dari masyarakat setempat, pemerintah daerah dan uskup ruteng akan melalui beberapa tahap yaitu ; 1) pada tahap awal akan dilakukan kegiatan identifikasi,  inventarisasi, dan lontok leok (duduk bersama) antara 3 pilar tersebut, 2) Tahun 2018 akan diadakan  sosialisasi pada masyarakat setempat, adat ataupun kelompok tani yang ada di dalam dan diluar kawasan untuk membudidayakan tanaman obat keluarga (TOGA) sampai pada pengolahan dan produksi, 3) Tahun selanjutnya akan dioptimalkan bantuan alat dan tumbuhan obat serta sertifikasi obat-obat tradisional yang telah di produksi, 4) sebagai target jangka panjang tahun 2020, ditargetkan agar kelompok masyarakat mandiri dapat memproduksi obat dari tanaman obat tradisional berbasis 3 pilar di TWA Ruteng.

Acara rapat pembahasan draft role model dilaksanakan sehari mulai pukul 09.00 sampai dengan 17.00 Wita dan ditutup dengan himbauan Kepala BBKSDA NTT Drs. Tamen Sitorus, M.Sc yaitu pelaksanaan ketiga role model ini dapat menjadi contoh serta memberikan dapak pengelolaan kawasan konservasi yang lebih efektif dan efisien dengan melibatkan multi stakeholder serta peran masyarakat sekitar kawasan konservasi.

Berita Terbaru

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...