best joomla menu module
Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

 Persiapan Pelepasliaran Komodo di Pulau Oentoloe Oleh

Serah Terima Komodo Dari Bbksda Jawa Timur Ke Bbksda NTTDi Kandang Habituasi Di Pulau Ontoloe Riung Kab Ngada

 

Riung, 15 Juli 2019

Dengan disaksikan oleh Direktur KKH, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Direktur Tipidter Bareskrim, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. NTT,Tokoh masyarakat dan tokoh adat Riung, beserta tamu undangan lainnya, Balai Besar KSDA Jawa Timur menyerahkan satwa komodo (Varanus komodoensis) sebanyak 6 ekor hasil sitaan Bareskrim Mabes Polri, Polda Jawa Timur dan Balai Besar KSDA Jawa Timur kepada Balai Besar KSDA NTT

Kepala Balai Besar KSDA NTT memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak atas keberhasilan penangkapan dan pengungkapan jaringan perdagangan illegal satwa liar yang dilindungi Undang-Undang oleh Polda Jawa Timur dan Bareskrim Mabes Polri. Konferensi Pers perkembangan penanganan kasus telah digelar oleh Polda Jawa Timur pada tanggal 27 Maret 2019 di Ditreskrimsus Polda Jatim.

Kepala BBKSDA NTT secara simbolis membuka salah satu kandang Komodo

Satwa komodo yang diserahterimakan dari Balai Besar KSDA Jawa Timur kepada Balai Besar KSDA NTT ini merupakan hasil dari 3 kegiatan operasi  penertiban perdagangan satwa liar oleh Direktorat Reskrimsus Mabes Polri dan Polda Jawa Timur, yaitu:

1.         Pada tanggal 22 Februari 2019 Balai Besar KSDA Jawa Timur menerima penitipan barang bukti satwa liar dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur dengan jenis anakan Komodo (Varanus komodoensis) sebanyak 1 ekor.

2.         Pada tanggal 23 Februari 2019 Balai Besar KSDA Jawa Timur kembali menerima titipan satwa komodo dari Badan Reserse Kriminal Mabes Polri sebanyak 1 ekor.

3.         Pada tanggal 8 Maret 2019, Ditreskrimsus Polda Jatim kembali menitipkan satwa komodo sebanyak 4 ekor kepada Balai Besar KSDA Jawa Timur.

4.         Berdasarkan keterangan yang disampaikan pada saat konferensi pers Polda Jawa Timur tanggal 27 Maret 2019 di mana sesuai pengakuan tersangka bahwa satwa komodo diperoleh dari Flores, Nusa Tenggara Timur, maka Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama dengan LIPI melakukan kajian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan asal-usul anakan komodo tersebut (termasuk uji DNA).

Berkenaan dengan Surat Penetapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 1261 dan 1267 tanggal 12 Juni 2019 dan Nomor 1593 tanggal 13 Juni 2019 tentang Barang Bukti Barang Hidup berupa 6 (enam) ekor komodo diizinkan untuk dilepasliarkan maka setelah serah terima, satwa komodo tersebut langsung dilepasliarkan di kandang habituasi di Pulau Ontoloe.

 Komodo keluar dari kandang pengangkutan

Langkah pelepasliaran enam ekor komodo ke habitatnya ini merupakan upaya nyata para pihak yaitu Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan, Kementerian LHK (Ditjen KSDAE, Balai Besar KSDA Jawa Timur, dan Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur), Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Ngada, Pemerintah Kecamatan Riung, Komodo Survival Program, JAAN, serta masyarakat dan tokoh adat Riung sebagai wujud upaya bersama mensinergikan penanganan konservasi komodo sebagai satwa liar dilindungi negara hingga tuntas dapat kembali ke habitatnya di Pulau Flores.

Serah terima ke enam ekor komodo yang dilaksanakan di Kec Riung Kab Ngada, didahului dengan penyambutan secara adat atas kedatangan kembali enam ekor Mbau (komodo),  Ketua adat dalam bahasa sambutannya mengucapkan ”Selamat datang para pejabat negara, inilah tanah riung tanah yang sangat menawan ciptaan Tuhan, terdapat banyak potensi alam seperti Mbau (Komodo) kelelawar dan pasir putih. Selama ini kami telah lama cari harta yang hilang, tetapi hari ini berkat tangan Pemerintah, maka kekayaan alam kami datang lagi ke tanah riung tanah kebanggaan.” Ketua adat selanjutnya menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah atas pengembalian Mbau di habitatnya di Riung, Pulau Ontoloe TWA 17 Pulau , masyarakat adat riung mendukung penuh upaya pengembalian Mbau dan siap menjaga kelangsungan hidup Mbau dan menjadikan sebagai salah satu ikon wisata di Riung  TWA 17 Pulau Kab. Ngada.

Kementerian LHK, Direktorat Jenderal KSDAE, dan Balai Besar KSDA NTT menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat atassegala usaha dan kerja kerasnya untuk bersama-sama bersinergi menjaga, mengawal, dan bertindak demikelestarian kekayaan sumberdaya alam hayati satu-satunya di dunia yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini. 

Pelepasliaran   komodo ke habitatnya di TWA Tujuh Belas Pulau, Pulau Ontoloe diharapkan menjadi momentum penguatan peran Tiga Pilar 1). Peran Masyarakat Adat, 2). Peran Tokoh Agama dan 3). Peran Pemerintah.

 

©BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Komodo Kembali Ke Habitatnya D...

 Persiapan Pelepasliaran Komodo di Pulau Oentolo...

Kunjungan Sekda Provinsi NTT k...

 Sekda Provinsi NTT beserta rombongan dan Petuga...

Melepasliar Sanca Timor di Hut...

Pelepasliaran Sanca Timor di Hutan Egon Ilemedo ...

BBKSDA NTT sajikan KOPIKO di d...

Kepala BBKSDA NTT (Peci Hitam) Didampingi Pejaba...

Penemuan Bangkai Lumba-lumba d...

Maumere, 30 Juni 2019 Pada hari Minggu tanggal ...

Menyelamatkan Komodo Yang Masu...

Kupang, 2 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT melalu...

Evakuasi Dramatis Buaya Muara ...

  Kupang, 1 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT mel...

Repatriasi Kura-kura Leher Ula...

Pict. Kepala BBKSDA NTT dan Direktur WCS-IP Kup...

Gerakan Masyarakat Kota Ruteng...

Pada tanggal 25 Januari 2019 Balai Besar KSDA NT...

Hari Peduli Sampah Nasional (H...

Gubernur NTT dan Kepala BBKSDA NTT Senin, 4 Mar...

Penilaian METT Balai Besar KSD...

Dalam  rangka Pencapaian Target Indikator Kinerj...

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou (Komodo) di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...