Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Kupang, 26 November 2018

Balai Besar KSDA NTT merupakan Unit Pengelola Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertindak sebagai otoritas pengelola atas 28 unit kawasan konservasi (8 Cagar Alam, 6 Suaka Margasatwa, 2 Taman Buru, dan 12 Taman Wisata Alam/Laut) di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Luas 28 unit kawasan tersebut adalah 233.659 hektar dan tersebar baik pada pulau besar maupun pulau kecil. Mengingat luas dan tersebarnya kawasan yang dikelola diperlukan suatu inovasi atas pengelolaan kawasan, salah satunya yaitu pemetaan kondisi kawasan hutan melalui optimalisasi penggunaan pesawat udata tanpa awak (PUTA)/drone.

Untuk mengoperasikan dan mengolah data hasil pemetaan kondisi hutan menggunakan PUTA, dibutuhkan pilot yang terlatih dan berkompeten. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan kemampuan pilot drone, BBKSDA NTT bekerjasama dengan UPT Geospasial Universitas Papua menyelenggarakan “Bimbingan Teknis Pemetaan Menggunakan Drone” pada tanggal 3-7 September 2018. Instruktur pengajar merupakan Dosen Universitas Papua yaitu Zulfikar Mardiyadi yang telah berpengalaman di bidang pemetaan, khususnya pemetaan menggunakan drone. Tujuan kegiatan ini adalah  untuk membentuk pilot drone terlatih dan memahami pedoman/peraturan terkait, yaitu:

  • Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 163 Tahun 2015 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 107 (Civil Aviation Safety Regulation Part 107) tentang Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak (Small Unmanned Aircraft System);
  • Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 180 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia;
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PerMenLHK) Nomor: P.16/MENLHK/SETJEN/KKL.1/2018 tentang Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak (drone) Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  • Peraturan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Nomor: P. 6/PKTL/SETDIT/KUM.1/11/2017 tentang Petunjuk Teknis Penggambaran dan Penyajian Peta Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
  • SOP dalam menerbangkan drone (BBKSDA NTT telah mengesahkan Standar Operasional Prosedur Nomor: SOP.15/K.5/BIDTEK/KSA/8/2018 tentang Pemetaan Kondisi Kawasan Hutan Konservasi Menggunakan Drone).

Antara pilot yang mengoperasikan drone dan operator yang mengolah dan menganalisis data drone, seyogyanya merupakan orang yang sama, namun dapat juga orang yang berbeda. Seorang pilot drone tidak harus memiliki jiwa seni dalam pengambilan foto, karena pemetaan menggunakan drone hampir sepenuhnya dilakukan secara otomatis, oleh karenanya dibutuhkan pilot yang memahami karakteristik drone serta dapat menggunakan aplikasi/software yang digunakan dalam pengambilan data. Data yang dihasilkan dalam pemetaan drone kemudian diolah dan dianalisis sehingga menghasilkan citra/potret udara suatu areal/kawasan hutan.

Dengan adanya bimtek tersebut diharapkan akan menghasilkan pilot-pilot drone yang handal serta dapat mengoperasikan dan mengolah data hasil drone guna mendukung salah satu kinerja Balai Besar KSDA NTT dalam melakukan pemetan kondisi kawasan hutan konservasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data berupa peta yang terbaru sangat dibutuhkan dan bermanfaat dalam pengelolaan kawasan konservasi dengan berlandasan kepada 3 Pilar Konservasi yaitu perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan secara bijaksana sesuai peraturan perundangan guna kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat.

©Rio Duta – BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...