Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Maumere, 09 November 2018

Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Maumere melaksanakan Focus Grup  Discusion (FGD) bersama stakeholders di Sylvia Hotel, Maumere pada tanggal 8 November 2018. FGD dilaksanakan dalam rangka membahas Draft Pedoman Kerja Tata Kelola PNBP Kawasan Konservasi TWAL Teluk Maumere sekaligus membangun kesepahaman antarpihak yang berkepentingan agar berperan secara partisipatif dalam tata kelola PNBP pada TWAL Teluk Maumere.

Stakeholders yang hadir dalam kesempatan tersebut terdiri dari stakeholders eksternal dan internal. Stakeholders eksternal terdiri dari pelaku usaha wisata, asosiasi, perwakilan kader konservasi, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan beberapa instansi teknis lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka.  Sedangkan  stakeholders internal terdiri dari Bidang KSDA Wilayah II Ruteng dan Bidang Teknis pada Balai Besar KSDA NTT

FGD dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Ruteng dimana dalam sambutannya dinyatakan bahwa pengelolaan konservasi sumber daya alam hanyati dan ekosistemnya bersifat holistik sehingga perlu melibatkan para pihak (stakeholders).  Permasalahan dalam tata kelola PNBP pada TWAL Teluk Maumere yaitu kawasan yang open access, adanya benturan kepentingan dari berbagai pihak terkait, serta keterbatasan dukungan (sarana prasarana, SDM, dan anggaran). Lebih lanjut lagi, Kepala Bidang Konservasi Wilayah II berharap agar melalui FGD tersebut terjadi diskusi untuk memperoleh masukan konstruktif dari parapihak, membangun komitmen dan kesepahaman dalam mendukung tatakelola PNBP pada kawasan TWAL Teluk Maumere, serta menghindari terjadinya benturan kepentingan pada tataran operasional dilapangan.

 

Materi yang disajikan oleh para narasumber dalam FGD tersebut yaitu Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kabupaten  Sikka (Petrus Poling W. ST. MT., MSc, Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka), Kebijakan Pengembangan Parawisata Alam pada Kawasan Konservasi (Dr. Elisa Iswandono,  Balai Besar KSDA NTT),  Penerapan PP Nomor 12 tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang Berlaku pada Kementerian LHK (Juna Mardani, Bidang KSDA Wilayah II ruteng). FGD dilanjutkan dengan diskusi panel serta pembahasan Draf  Pedoman kerja Tatakelola PNBP Kawasan Konservasi pada TWAL Gugus Pulau teluk Maumere.

Rancangan Tata Kelola PNBP TWAL Teluk Maumere merupakan sebuah inovasi baru yang digagas oleh Kepala SKW IV, Agustinus Djami Koreh, SST., M.Si dalam rangka proyek perubahan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV angkatan ke-30 yang diselenggarakan oleh BP2SDM kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam paparannya, Kepala SKW IV selaku project leader, menyampaikan bahwa kawasan TWAL Teluk Maumere potensinya tinggi untuk dikembangkan. Akan tetapi disisi lain masih dijumpai permasalahan yang menghambat pembangunan konservasi. Oleh karena itu sangat dibutuhkan komitmen kerjasama  antar semua stakeholders yang berkepentingan terhadap TWAL Teluk Maumere.

Akhir dari FGD ini adalah penandatanganan rumusan kesepakatan para pihak yang akan dituangkan dalam Komitmen Kerjasama dalam Pelaksanaan Tata Kelola PNBP Kawasan TWAL Teluk Maumere. Keberhasilan gagasan proyek perubahan ini tentunya memerlukan dukungan dan kerjasama dari parapihak. Harapan akhirnya tidak lain adalah optimalisasi PNBP  TWAL Teluk Maumere yang berjalan secara efektif dan efisien.

©Martinus Raya Sili - BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...