Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ekowisata terutama di kawasan pelestarian alam lingkup Balai Besar KSDA NTT dan juga sebagai wahana sosialisasi program dan kegiatan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Berdasarkan hal inilah, maka Balai Besar KSDA NTT setiap tahunnya senantiasa mengalokasikan kegiatan pameran di tingkat kabupaten dan provinsi. Pameran menjadi media efektif dalam penyampaikan pesan-pesan konservasi sekaligus untuk mempromosikan potensi wisata yang ada.

Pada tahun 2018, Balai Besar KSDA NTT mengalokasikan 3 (tiga) kegiatan pameran yaitu 1 (satu) kegiatan pameran tingkat provinsi di Kota Kupang dan 2 (dua) kegiatan pameran di tingkat kabupaten (di Kota Ruteng dan Kota Soe).

Antusiasme masyarakat terbukti cukup tinggi dalam kegiatan pameran tersebut. Apalagi tema dan icon yang dipilih mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Misalnya saja untuk pameran provinsi, Balai Besar KSDA NTT menyajikan atraksi foto bersama ular non berbisa (sanca Mackloti) dan hadirnya buaya muara di dalam kandang sementara. Untuk pameran konservasi di Soe, Bidang KSDA Wilayah I memampang foto CA Mutis lengkap dengan pojok foto serta undian berhadiah sepeda. Sedangkan pameran konservasi di Ruteng, Bidang KSDA Wilayah II juga menyediakan spot foto dengan latar belakang Gunung Ranaka.

Berbagai jenis awetan/hewan/tumbuhan peragaan yang ditampilkan saat pameran berupa peragaan hidup yang ditampilkan untuk menarik perhatian pengunjung saat pameran adalah buaya (Crocodylus porosus), ular (Liasis mackloti). Peragaan berupa aweta terdiri dari tanduk Rusa timorensis, Acropora stylopora, Tridacna maxima, Acropora humilis, Trochus niloticus (lola merah), Lambis chiragra (tedong-tedong), Favites chinensis, Charonia tritonis (Titon trompet), Cassis cornuta (kepala kambing), Anthipates (akar bahar), Nautilus popillius, Eretmochelis imbricata (penyu sisik), Liasis mackloti (ular mackloti).  Trochus niloticus, Charonia tritonis, Cassis cornuta, Nautilus popillius, Tridacna maxima merupakan jenis Bivalvia yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 Tanggal 27 Januari 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. 

Beberapa saran yang disampaikan dalam rangka pelaksanaan pameran konservasi kedepannya adalah perlu penambahan dokumentasi potensi kawasan yang berkualitas baik sebagai bahan promosi, penambahan volume dan dana pameran tingkat kabupaten mengingat hampir setiap kabupaten menyelenggarakan pameran pembangunan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

©Dewi Indriasari-BBKSDANTT