best joomla menu module
Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Kupang, 7 Desember 2018

Wilayah kerja Balai Besar KSDA NTT meliputi seluruh kawasan konservasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 28 (dua puluh delapan) kawasan konservasi kecuali Taman Nasional dan Taman Hutan Raya. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur memiliki keanekaragaman hayati yang tersebar di dalam dan di luar kawasan konservasi berupa jenis tumbuhan dan satwa liar yang dapat dimanfaatkan secara lestari.

Pemanfaatan peredaran tumbuhan dan satwa liar adalah jenis satwa liar yang tidak dilindungi yang berasal dari hasil penangkaran dan pengambilan atau penangkapan dari alam (berasal dari kawasan hutan). Dalam pengambilan TSL yang berasal dari habitat alam dibatasi oleh jenis dan jumlah spesien TSL yang dapat diambil atau sering disebut dengan kuota pengambilan atau penangkapan spesimen.

 

Kuota pengambilan atau penangkapan spesimen ditetapkan oleh Direktur Jenderal KSDAE dengan memperhatikan rekomendasi dari Otoritas Keilmuan. Rekomendasi tersebut didasarkan pada data dan informasi ilmiah hasil inventarisasi monitoring populasi yang dapat dilaksanakan oleh Otoritas Keilmuan, Balai, perguruan tinggi atau organisasi non pemerintah. Dari hasil inventarisasi dan atau monitoring selanjutnya dapat diserahkan langsung kepada Otoritas Keilmuan atau melalui Direktur Jenderal atau Kepala Balai untuk digunakan sebagai dasar untuk penetapan kuota. 

Adapun maksud dari monitoring TSL terkait dasar usulan kuota pemanfaatan adalah tersedianya data satwa liar terutama untuk jenis Perkici (Trichoglossus sp.), Decu (Saxicola spp.), Anis Timor (Zoothera peronii), Anis Kembang (Zoothera interpres) dan jenis lainnya sebagai dasar untuk pengusulan kuota di wilayah kerja Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur.

Dalam pelaksanaan kegiatan pengambilan data, pemilihan metode yang diadopsi sangat tergantung pada tujuan. Secara umum metode yang digunakan adalah metode paling sederhana yang dapat menjawab tujuan. Kegiatan Monitoring TSL terkait dasar usulan kuota pemanfaatan terutama untuk jenis burung yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai hewan peliharaan. Jenis tersebut antara lain: Perkici (Trichoglossus spp.), Decu (Saxicola spp.), Anis Timor (Zoothera peronii), Anis Kembang (Zoothera interpres) dan jenis lainnya. Data tersebut diperlukan sebagai dasar usulan kuota adalah data populasi jenis. 

Hasil yang diperoleh selama pengambilan data adalah sebagai berikut :

1.       Di sekitar Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka dengan tipe habitat berupa hutan dan kebun ditemukan sebanyak 14 jenis burung.

2.       Terdapat jenis-jenis burung yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999, yaitu Isap madu timor, Cikukuan timor, dan Meliphaga dada lurik.

3.       Jenis burung yang termasuk dalam kategori dominan yaitu Isap madu timor (nilai >8). Sementara burung dengan kategori melimpah (nilai 2,1 – 8) berupa kipasan dada lurik, decu belang, sriti, anis timor, merpati timor dan kirik-kirik australia. Burung dengan kategori sering (nilai 1,1 – 2) yaitu cucak kutilang. Burung dengan kategori sesekali (nilai 0,1 – 1) antara lain Rumetuk timor, Cikukuan timor, Gereja erasia, Meliphaga dada lurik, dan Ara timor.

4.       Burung anis timor dapat diusulkan kuota pemanfaatannya untuk keperluan souvenir mengingat dugaan populasi burung tersebut melimpah sebesar 3,125 individu per hektar serta banyak dipelihara masyarakat untuk keperluan kesenangan dan sebagai souvenir (non komersiil). 

©Sulistianto-BBKSDANTT

Berita Terbaru

Gerakan Masyarakat Kota Ruteng...

Pada tanggal 25 Januari 2019 Balai Besar KSDA NT...

Penilaian METT Balai Besar KSD...

Dalam  rangka Pencapaian Target Indikator Kinerj...

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...