Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Bari, 22 Juli 2018

Sehubungan dengan adanya informasi dari masyarakat pengguna media sosial pada hari Sabtu, 21 Juli 2018 mengenai penangkapan satwa diduga biawak komodo (Varanus komodoensis Ouwens), tim terpadu dari Balai Besar KSDA NTT, Balai TN Komodo, dan Seksi III Wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara Balai Penegakan Hukum LHK telah melakukan tindakan penanganan penyelamatan. 

Informasi awal yang diterima pada hari Sabtu 21 Juli 2018 sekitar pukul 11.30 WITA menyebutkan bahwa seorang warga Desa Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT telah menangkap seekor satwa yang diduga biawak komodo dan diunggah di media sosial. Penangkapan ini dilakukan karena masyarakat khawatir atas kehadiran satwa tersebut di sekitar perkampungan. Unggahan itu pun kemudian menyebar, hingga diterima oleh Balai TN Komodo dan diteruskan kepada Balai Besar KSDA NTT.

Atas arahan unsur pimpinan pada Balai Besar KSDA NTT, personil pada RKW CA Wae Wuul bersama personil Balai TN Komodo dan Seksi Wilayah III Balai Penegakan Hukum LHK menuju lokasi dan tiba pada hari Minggu, 22 Juli 2018 sekitar pukul 02.00 WITA. Tim kemudian melakukan identifikasi dan memastikan bahwa satwa tersebut memang benar biawak komodo, dan mendapati dalam kondisi hidup dan terikat, serta terdapat bekas luka pada paha kanan, leher kiri, dan bahu kiri.

Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh tim diketahui bahwa biawak komodo yang berjenis kelamin betina memiliki panjang seluruh badan 233,60 cm; panjang total badan bagian atas 234,20 cm; SVL 120,05 cm; lingkar ekor 44,60 cm; panjang kepala 18,50 cm; lebar kepala 9,20 cm; dan lebar moncong 9,00 cm.

Berdasarkan koordinasi antara tim dengan pihak Pemerintah Desa Bari, Muspika (Kecamatan, Kepolisian Sektor, dan Komando Rayon Militer) Macang Pacar disepakati biawak komodo akan dilepasliarkan di area Watu Bari. Pelepasliaran biawak komodo telah dilakukan pada pukul 11.45 WITA dengan disaksikan Kepala Desa Bari, Muspika Macang Pacar, dan masyarakat Desa Bari.

Kepala Desa Bari dan Camat Macang Pacar menyampaikan pernyataan bahwa biawak komodo adalah anugerah luar biasa bagi masyarakat Bari dan berkomitmen untuk menjaga, melindungi, dan memanfaatkan potensi tersebut sebagai daya tarik pariwisata di Desa Bari. Dalam kesempatan tersebut masyarakat juga menyampaikan permohonan agar dapat ditempatkan personil Balai Besar KSDA NTT dan dilakukan pembangunan pos jaga di Desa Bari dan Longos.

Sebagaimana diketahui, biawak komodo adalah satwa asli Indonesia dan endemik Nusa Tenggara Timur. Habitat satwa ini adalah TN Komodo dan Pulau Flores (CA Wae Wuul, Tanjung Karita Mese, Pulau Longos, CA Riung, dan TWAL 17 Pulau). Keberadaan satwa ini telah menjadi magnet kegiatan wisata alam khususnya di wilayah Manggarai Barat. Ancaman utama terhadap populasi biawak komodo adalah perburuan liar terhadap satwa mangsanya (mamalia besar). Sebagai upaya perlindungan terhadap biawak komodo, Balai Besar KSDA NTT telah menginisiasi Kawasan Ekosistem Esensial Hutan Lindung Pota yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Manggarai Timur Nomor: HK/83.A/2013 tanggal 4 September 2013 tentang Pembentukan Forum Kolaboratif Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Hutan Lindung Pota, Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur. KEE Hutan Lindung Pota seluas 16.715,07 Ha merupakan habitat dari Satwa Purba Komodo (Varanus komodoensis) dan sebagai penyangga kehidupan bagi masyarakat sekitar berupa sumber air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

@Sahudin-BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...