best joomla menu module
Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Gubernur NTT dan Kepala BBKSDA NTT

Senin, 4 Maret 2019

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, TNIPOLRI dan stakeholder lainnya menyelenggarakan kegiatan bersih sampah bersama di wilayah pesisir Pantai Teluk Kupang.  Rapat persiapan untuk kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Nusa Tenggara Timur Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si dan Kepala Balai Besar KSDA NTT Ir. Timbul Batubara, M.Si pada Tanggal 28 Februari 2019. Kegiatan ini selain merupakan aksi langsung juga sebagai motivasi kepada segenap elemen masyarakat untuk peduli pada alam khususnya laut.  Hal ini sejalan dengan spirit dan program Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef  Nae Soi yang sampai sejauh ini sudah beraksi nyata dalam peduli lingkungan.

Kegiatan ini sesuai dengan  amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Keterlibatan Pemerintah Pusat dan Daerah ini tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah (Jakstranas) dan Peraturan Presiden nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.  Kegiatan bersih sampah ini  juga sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 dimana Momentum Gerakan Revolusi Mental ini bertepatan dengan tanggal 21 Pebruari yang merupakan Hari Peduli Sampah Nasional. Hari Peduli Sampah Nasional merupakan bentuk kontemplasi atas belum optimalnya pengelolaan sampah yang juga menjadi perhatian Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai dengan Surat Edaran NomorSE.2MENLHKPSLB3PLB.022019 Tentang Hari Peduli Sampah Nasional.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, Msc dalam Peringatan HPSN 2019 menyatakan “Perhatian Nasional dan Internasional pada sampah juga tertuju pada sampah plastik, dengan segala potensi akibatnya kepada manusia dan satwa. Sampah plastik di laut ukuran mikro atau marine debris sangat berbahaya karena menganggu kesehatan apabila debris masuk dalam pencernaan ikan dan masuk dalam sistem rantai pangan. Pemerintah Indonesia bertekad untuk mengatasi masalah sampah laut dan plastik secara bersama-sama dengan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan peduli sampah ini menjadi penting dan strategis karena Teluk Kupang merupakan TWAL yang berbatasan langsung dengan kota Kupang sebagai Ibu Kota Propinsi NTT. Terdapat 6 (enam) spottitik lokasi kegiatan yang berada di wilayah TWAL Teluk Kupang yaitu pantai Fatubesi (Oeba), pantai di belakang Hotel Sotis, pantai di depan Hotel Aston, Pantai Paradiso, Pantai Warna-warni Oesapa dan Pantai Lasiana.   Jumlah personil yang terlibat dari kurang lebih sebanyak 3.500 orang dari instansi Pemerintah Provinsi NTT, SKPD lingkup Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, instansi vertikal, TNI, Kepolisian Republik Indonesia, Pramuka Saka Wanabakti, BRI, BNI, swasta (hotel dan pertokoan), dan masyarakat (Kelurahan Fatubesi, Kelurahan Pasir Panjang, Kelurahan Lasiana, dan Kelurahan Oesapa). Jumlah sampah yang diangkut dari keenam titik di Kota Kupang adalah ±20.711 Kg terdiri dari sampah anorganik (plastik, logam, dan kaca) dan organik. Untuk mengangkut sampah tersebut Pemerintah Kota Kupang mengerahkan 13 unit truk sampah dan 1 unit alat berat.

Semakin padatnya penduduk Kota Kupang dan semakin kompleksnya kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang menghasilkan sampah  mengakibatkan semakin banyaknya timbunan sampah sehingga perlu adanya edukasi dan peran serta seluruh masyarakat dalam pengelolaan dan kepedulian terhadap sampah. Perubahan paradigma masyarakat mengenai sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat terutama sampah plastik dan anorganik lainnya karena material tersebut membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.  Untuk itulah maka kegiatan ini tidak hanya melibatkan pegawai di instansi pemerintah daerah dan pusat namun juga terutama melibatkan masyarakat sekitar kawasan dan dunia usaha yang berada di sekitar pantai Teluk Kupang.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggugah kesadaran sikap, perilaku dan  partisipasi masyarakat serta koordinasi berbagai instansi terkait mengenai kebersihan pantai Teluk Kupang melalui  aksi bersih pantai dan peduli sampah sedangkan sasaran kegiatan ini adalah pembersihan sampah pada keenam lokasi di pantai Teluk Kupang. Dengan terlaksananya kegiatan bersih sampah bersama ini pemerintah Provinsi NTT mengharapkan mulai terjadi peningkatan kesadaran, sikap, perilaku dan partisipasi masyarakat serta peran berbagai instansi dan stakeholder terkait dalam pengelolaan sampah di pantai Teluk Kupang.

Kegiatan yang sama di Bidang KSDA Wilayah II juga dilaksanakan  dengan lokasi di TWA Ruteng, TWAL 17 Pulau dan TWAL Teluk Maumere dengan melibatkan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, pelajar, jurnalis, pelaku usaha wisata, wisatawan, pemerhati lingkungan, dan masyarakat. Rincian jumlah sampah terangkut adalah ±2.400 Kg di TWA Ruteng, ±650 Kg di TWAL 17 Pulau, dan ±139 Kg di TWAL Teluk Maumere. Secara keseluruhan pada acara HPSN 2019 tanggal 4 Maret 2019 di wilayah kerja Balai Besar KSDA NTT terangkut  ±23.900 Kg sampah dengan peserta aksi sebanyak 3.656 orang.

Apabila ditambahkan dengan kegiatan sebelumnya yaitu pembersihan di TWAL 17 Pulau tanggal 16 Februari 2019 (sampah ±100 Kg), TWAL Teluk Maumere tanggal 22 Februari 2019 (sampah ±60 Kg), Pantai Ketapang I Kupang (sampah ±700 Kg), dan TWA Camplong tanggal 24 Februari 2019 (sampah ±6.000 Kg), maka secara total jumlah sampah yang berhasil dikumpul dan diangkut dalam rangka HPSN 2019 pada wilayah kerja Balai Besar KSDA NTT adalah ±30.760 Kg.

@Dewi-BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Upaya Penyelamatan Paus Pilot

 Identifikasi dan Pengukuran Paus Pilot Maumere...

Kunjungan Kepala BBKSDA NTT di...

  Penyambutan Kepala Balai Besar KSDA NTT Mala...

Patroli Merah Putih di Batas N...

Atambua,  Agustus 2019 Presiden Republik Indone...

Workshop Pelestarian Penyu

  Maumere, 19 Juli 2019. Dalam rangka menjaga...

Komodo Kembali Ke Habitatnya D...

 Persiapan Pelepasliaran Komodo di Pulau Oentolo...

Kunjungan Sekda Provinsi NTT k...

 Sekda Provinsi NTT beserta rombongan dan Petuga...

Melepasliar Sanca Timor di Hut...

Pelepasliaran Sanca Timor di Hutan Egon Ilemedo ...

BBKSDA NTT sajikan KOPIKO di d...

Kepala BBKSDA NTT (Peci Hitam) Didampingi Pejaba...

Penemuan Bangkai Lumba-lumba d...

Maumere, 30 Juni 2019 Pada hari Minggu tanggal ...

Menyelamatkan Komodo Yang Masu...

Kupang, 2 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT melalu...

Evakuasi Dramatis Buaya Muara ...

  Kupang, 1 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT mel...

Repatriasi Kura-kura Leher Ula...

Pict. Kepala BBKSDA NTT dan Direktur WCS-IP Kup...

Gerakan Masyarakat Kota Ruteng...

Pada tanggal 25 Januari 2019 Balai Besar KSDA NT...

Hari Peduli Sampah Nasional (H...

Gubernur NTT dan Kepala BBKSDA NTT Senin, 4 Mar...

Penilaian METT Balai Besar KSD...

Dalam  rangka Pencapaian Target Indikator Kinerj...

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou (Komodo) di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...