best joomla menu module
Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Kupang, 7 Desember 2018

Wilayah kerja Balai Besar KSDA NTT meliputi seluruh kawasan konservasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 28 (dua puluh delapan) kawasan konservasi kecuali Taman Nasional dan Taman Hutan Raya. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur memiliki keanekaragaman hayati yang tersebar di dalam dan di luar kawasan konservasi berupa jenis tumbuhan dan satwa liar yang dapat dimanfaatkan secara lestari.

Ular merupakan salah satu reptil yang paling sukses berkembang di dunia. Ular dapat ditemukan  di gunung, hutan,  gurun,  dataran rendah, lahan pertanian, lingkungan pemukiman, sampai ke  lautan. Banyak  juga spesies ular yang hidup melata di atas permukaan tanah atau menyusup-nyusup di bawah serasah dan tumpukan bebatuan. Sementara sebagian yang lain hidup akuatik atau semiakuatik di sungai-sungai, rawa, danau dan laut.

Hampir di seluruh permukaan bumi, dapat ditemukan beragam spesies ular, begitu juga di Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur. Beberapa spesies ular telah dimanfaatkan oleh masyarakat  untuk berbagai macam kepentingan. Desa Nunkurus Kabupaten Kupang adalah desa salah satu desa di Kabupaten Kupang yang menjadi habitat alami ular. Informasi tersebut diperoleh dari masyarakat yang telah memanfaatkan ular bagi kepentingan komersial. 

Untuk mengatur peredaran satwa liar tidak dilindungi undang-undang, Balai Besar KSDA NTT harus memiliki data base terkait berbagai jenis satwa liar yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu dilaksanakan survey satwa liar khususnya ular untuk pengusulan kuota tangkap tahun 2019.

Adapun maksud dan tujuan dari Kegiatan Monitoring Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) terkait Dasar Usulan Kuota Pemanfaatan di Nunkurus adalah untuk mengetahui jenis-jenis ular yang berada di Daerah Nunkurus Kabupaten Kupang yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat baik untuk kepentingan komersial dan non komersial.

Berdasarkan habitat/tempat hidupnya, jenis ular yang dijumpai di lokasi kegiatan inventarisasi tergolong kedalam 1 (satu) tipe, yaitu ular terrestrial. Jenis ular terrestrial yaitu ular makloti (Liasis macklotti) dan ular hijau (Trimeresaurus albolabris) walaupun terkadang ditemukan juga ular hijau berada di pepohonan.  Jenis ular hanya 2 (dua) saja. Hal ini dikarenakan lokasi pengamatan berada di dekat persawahan yang bisa dikatakan habitat kedua ular tersebut di mana lokasi ditemukannya ular tidak terlalu jauh dari satu lokasi ke lokasi pengamatan lainnya.

Dari Kegiatan Monitoring Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) terkait Dasar Usulan Kuota Pemanfaatan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1.  Desa Nunkurus merupakan habitat alami ular, lokasi yang didominasi rawa dan semak belukar menyediakan cukup pakan sekaligus ruang untuk berkembangbiak.

2.       Dari pengamatan di lapangan ditemukan sebanyak 25 ekor ular, dari 2 jenis yaitu :

a.      Ular Mackloti

b.      Ular Hijau

3.   Indeks kekayaan jenis ular di Desa Nunkurus sebesar 0,31 menunjukkan kekayaan jenis ular sangat rendah.

4.   Pada saat pengamatan, kondisi daerah pengamatan kering sehingga menyebabkan ular yang diamati banyak yang tidak kelihatan.

5.  Berdasarkan hasil pengamatan maka usulan kuota ular untuk diperdagangkan masih dapat dipenuhi dengan catatan kuota sama dengan tahun 2018.

 

©Mugi Kurniawan-BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Gerakan Masyarakat Kota Ruteng...

Pada tanggal 25 Januari 2019 Balai Besar KSDA NT...

Penilaian METT Balai Besar KSD...

Dalam  rangka Pencapaian Target Indikator Kinerj...

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou (Komodo) di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...