Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Maumere, 19 Oktober 2018.

Balai Besar KSDA NTT melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif  berupa bahan dan peralatan budidaya lebah madu, pada hari Kamis 18 Oktober 2018 kepada kelompok Tani Hutan (KTH) yaitu KTH “Maju Bersama” yang berada di Desa Kloangpopot, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka. Desa Kloangpopot merupakan salah satu dari delapan desa penyangga kawasan Konservasi Suaka Margasatwa  Egon Ilimedo yang ditetapkan menjadi desa binaan melalui Surat Keputusan Kepala BBKSDA NTT dengan Nomor : SK. 166/K.5./TU/KSA/9/2018 tentang Penetapan Desa Binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT tahun 2018. Desa ini memiliki potensi  sumber pakan lebah yang melimpah baik yang berasal dari tanaman hutan, tanaman pertanian maupun tanaman perkebunan.

Bantuan yang diberikan oleh BBKSDA NTT kepada KTH Maju Bersama berupa 25 stup bibit koloni lebah madu jenis Apis cerana serta perlengkapan peralatan petugas budidaya lebah madu,  perlatan panen dan pascapanen lebah madu.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV (Agustinus Djami Koreh, SST, M.Si.) hadir mewakili Kepala BBKSDA NTT untuk menyerahkan bantuan. Dalam sambutannnya Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan ke KTH Maju Bersama melalui proses partisipatif yang artinya bahwa bentuk bantuan merupakan respons atau jawaban pemerintah atas proposal bantuan modal yang diajukan untuk mendukung salah satu unit usaha kelompok. Setiap usaha yang dilaksanakan secara bersama dalam satu kelompok pasti ada dinamika yang berkembang namun hal tersebut jangan sampai membuat usaha menjadi gagal tetapi dipandang sebagai sebuah proses panjang menuju kesuksesan. Oleh karenanya diharapkan agar bantuan yang diberikan ini dapat mendukung usaha yang dilaksanakan oleh kelompok agar bisa berhasil dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat desa Kloangpopot pada umumnya dan khususnya seluruh anggota kelompok KTH Maju Bersama.

Sekretaris kelompok KTH Maju Bersama (Ambrosius Damianus) dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak BBKSDA NTT yang telah merespon sdan mendukung rencana usaha kelompok. Kelompok berharap agar kedepannya BBKSDA NTT kontinyu melakukan pendampingan kelompok hingga terwujud kemandirian dan kesejahteraan anggotanya.

Pemberian bantuan ekonomi produktif oleh BBKSDA NTT ini merupakan tahapan dari satu rangkaian model pendekatan melalui pemberdayaan masyarakat daerah penyangga kawasan yang dimulai dari identifikasi dan verifikasi daerah penyangga yang dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 23  Maret 2018, pembentukan kelompok pada tanggal 27 bulan Maret 2018, dan pada bulan Juni tahun 2018 BBKSDA NTT menyelenggarakan  pelatihan keterampilan (Teknik Budidaya Lebah Madu) guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota kelompok dalam mendukung usaha Budidaya lebah madu yang telah direncanakan.

@Martinus Raya Sili - BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...