Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Borong, 27  September 2017

Bertempat di Aula Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga Kab. Manggarai Timur di Borong,  BBKSDA NTT, Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Timur menyelenggarakan Sosialisasi Konservasi Biawak Komodo sekaligus pembahasan Rancangan Peraturan Desa Perlindungan Rugu atau Komodo (Varanus komodoensi) di wilayah Desa Golo Lijun, Nanga Mbaur dan Nampar Sepang. Dalam Perdes tersebut antara lain diatur peranan masyarakat/tokoh adat/agama dalam perlindungan Rugu atau Komodo dan habitatnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memberikan dukungan penuh atas perlindungan Rugu atau Biawak Komodo yang berada di wilayahnya.  Hal ini ditunjukan antara lain dengan penerbitan Keputusan Bupati Manggarai Timur Nomor. HK/83.A/2013 tentang Pembentukan Forum Kolaboratif Pengelolaan Ekosistem Esensial Hutan Lindung Pota Kecamatan Sambi Rampas sebagai salah satu habitat komodo di luar hutan konservasi. Penerbitan Perdes yang difasilitasi oleh Pemerintah (pusat & daerah) dan Pihak Gereja/Keuskupan Ruteng JPIC SVD Ruteng ini diharapkan akan menjadi salah satu payung hukum perlindungan dan pelestarian Rugu atau Komodo di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Hutan Lindung Pota. 

Untuk menyempurnakan substansi Perdes, dihadirkan beberapa narasumber antara lain : Sekretaris Dinas PPO Damasus Ndama yang mewakili Bupati Manggarai Timur, Kepala UPT KPH Manggarai Timur  Marselus Ndeu yang mewakili Pemprov NTT dan kepala Seksi Konservasi Wilayah III Halu Oleo, SP sebagai perwakilan  Balai Besar KSDA NTT. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Tokoh-tokoh Masyarakat/Adat/Muda dari Desa Nampar Sepang, Nanga Mbaur Kec. Sambirampas dan Desa Golo Lijun Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur,  Kepala Desa Golo Lijun, Kepala Desa Nanga Mbaur serta Kepala BPD Nanga Mbaur. Narasumber antara lain memaparkan Peluang dan tantangan konservasi alam dan satwa liar di Wilayah KEE HL Pota  atau Key Biodiversity Area Pota kedepan dari sudut pandang konservasi alam.

Ditjen KSDAE telah menetapkan KEE Pota sebagai salah satu dari 3 site monitoring populasi komodo pada wilayah kerja BBKSDA NTT. Upaya monitoring populasi tersebut dilakukan setiap tahun oleh BBKSDA NTT bekerjasama dengan Yayasan Komodo Survival Program. Namun masyarakat belum dapat menikmati manfaat secara langsung atas hadirnya satwa komodo di wilayahnya. Bahkan sebagian masyarakat masih menganggap komodo sebagai hama atau pemangsa ternak.

Kedepan diharapkan pemanfaatan sumber daya alam khususnya komodo di KEE Pota ini dapat kelola dengan baik sehingga berdampak dalam peningkatan ekonomi masyarakat melalui aktifitas ekowisata serta salah satu site konservasi komodo dengan pola kemitraan bersama masyarakat, pemerintah, LSM, swasta serta komunitas lainnya. 

Kegiatan ini diakhiri dengan Penandatanganan Berita Acara Rancangan Peraturan Desa Perlindungan Rugu atau Komodo (Varanus komodoensis) oleh Para Pihak.

Berita Terbaru

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...