Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Kupang, 19 Oktober 2018.

Dalam upaya mitigasi penanganan konflik antara manusia dengan Satwa Liar Buaya di Nusa Tenggara Timur, beberapa tahun terakhir Balai Besar KSDA NTT melakukan berbagai upaya baik jangka pendek, panjang serta upaya lainnya.

Upaya jangka pendek yang dilakukan antara lain : Pemantapan kelembagaan penanggulangan konflik,  sosialisasi-komunikasi dengan para pihak (awareness), serta penangkapan buaya yang muncul pada area publik. Upaya jangka panjang berupa : Penelitian habitat, populasi dan sosial ekonomi dan budaya serta mendorong penanggulangan konflik sesuai rekomendasi hasil penelitian. Upaya lain yang akan dilakukan antara lain melalui : Mendorong evaluasi status perlindungan buaya muara, mendorong  intervensi aturan terhadap status buaya konflik dan pemanfaatannya serta mendorong pembentukan unit penangkaran buaya yang berorientasi profit di Nusa Tenggara Timur.

Upaya jangka pendek berupa penangkapan/penyelamatan (rescue) buaya dari area publik antara lain dilakukan melalui : Pembentukan Unit Penanganan Satwa, penyusunan/penetapan SOP, penyiapan minimum handling tools, merespons laporan masyarakat, pelaksanaan penangkapan/penyelamatan (rescue) buaya dari area publik serta membangun fasilitas penampungan sementara.

Berdasarkan analisis terhadap wilayah konflik,  diketahui bahwa lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi antara lain Kabupaten Lembata, Kabupaten Sumba Timur serta Kabupaten/Kota di Pulau Timor dan Rote Ndao.  Catatan Balai Besar KSDA NTT jumlah korban akibat konflik buaya tahun 2018 meliputi 7 orang meninggal (fatal victims) serta 3 orang luka (non fatal victims).  Kabupaten Malaka merupakan wilayah yang paling rawan dengan jumlah korban jiwa tertinggi.

Sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan kecepatan respons Unit Penanganan Satwa, Balai Besar KSDA NTT melakukan pelatihan dan pembentukan unit-unit kecil di lokasi rawan konflik selain Unit yang telah dibentuk di Balai Besar KSDA NTT yang berkedudukan di Kupang.  Pada tahun 2018, pelatihan dan pembentukan unit ini dilakukan di Kabupaten Malaka yang merupakan wilayah kerja Resort Konservasi Wilayah (RKW) CA Hutan Bakau Maubesi di bawah SKW I, Bidang KSDA Wilayah I.

Unit lainnya dibentuk di RKW TB Bena dan SM Ale Aisio dengan wilayah layanan di sepanjang pantai selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara serta RKW TWA Manipo di sekitar pantai selatan Kabupaten Kupang.

Dalam pelatihan penanganan konflik bertajuk “Belajar dan Bekerja Bersama dalam Upaya Penanganan Konflik antara Manusia dengan Satwa Liar Buaya” disampaikan materi antara lain :

1.          Dasar-dasar konflik manusia dengan satwa liar;

2.          Pengenalan jenis buaya di Indonesia;

3.          Kondisi konflik buaya di Nusa Tenggara Timur serta upaya penanggulangan yang dilakukan;

4.          Aspek hukum penanganan konflik satwa liar;

5.          Standard Operasional Prosedur Penanganan Konflik Buaya;

6.          Praktek pengenalan/penggunaan peralatan serta handling satwa

 

Pelatihan yang dilakukan selama 2 hari (25-26 September di Malaka, dan 17-18 Oktober di Manipo) diikuti oleh staf RKW setempat, anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Kepolisian/TNI serta anggota masyarakat setempat. Dengan telah dilatih dan dibentuknya Unit-unit kecil pada lokasi rawan konflik, diharapkan respons atas laporan masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.

@Dadang Suryana - BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...