best joomla menu module
Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Kepala BBKSDA NTT (kiri) dan Gubernur NTT (tengah)

Kupang, 14 November 2019

“Harga kelapa dijual lima ratus ribu rupiah per buah kepada para wisatawan di Menipo”, demikian kalimat yang disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) sebagai rasa semangat dan harapannya bagi masyarakat Enoraen melalui wisata alam Menipo. Sebelumnya Kepala Balai Besar KSDA NTT, Timbul Batubara menyatakan bahwa kesejahteraan akan tercapai jika masyarakat bersedia menjadi tuan rumah dan bekerja bersama-sama dengan pemerintah. Hal itu disampaikan pada puncak acara Festival Menipo 2019, Kamis (14/11/2019) yang dilaksanakan di area Lippo Plaza Kupang. Acara Festival Menipo 2019 ini diketuai oleh Mulyo Hutomo, dan Tema yang diusung adalah ‘Manusia, Alam dan Budaya Menipo’.

Kepala BBKSDA NTT menyatakan bahwa Taman Wisata Alam Menipo merupakan surga yang tersembunyi. Terdapat beragam satwa antara lain rusa Timor, kakatua kecil jambul kuning, penyu, buaya muara, pelikan, elang laut, kelelawar, monyet, raja udang, dan burung laut lainnya. Terdapat juga bentangan bukit pasir, ekosistem savana, pantai dan mangrove yang masih terjaga.

 

Siswa-Siswi SD Fatutuaf Pada Puncak Acara Festival Menipo

Selain alamnya, manusia dan budayanya merupakan fokus yang wajib untuk diperhatikan. Setiap daerah memiliki budaya dan adat yang berbeda, begitupun Desa Enoraen. Masyarakat Desa Enoraen yang terdapat di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang ini memiliki kain tenun bermotif khas yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Sebelum acara puncak festival dilaksanakan, berbagai upaya yang berfokus kepada masyarakat Enoraen telah dilaksanakan oleh BBKSDA NTT, seperti Road to Menipo “jemboreng” (Jemput Bola Bareng-bareng), pembentukan keluarga ekologis dan pembuatan Jalur hijau dengan penanaman pohon di daerah penyangga Desa Enoraen.

Hingga akhirnya pada senin (11/11/2019) sebanyak 49 warga Desa Enoraen tiba di Balai Besar KSDA NTT untuk menerima pembekalan atau pelatihan materi seperti teknik pemasaran untuk menjaring wisatawan, membangun masyarakat lokal, pelatihan tenun, pelatihan Bahasa Inggris secara singkat, pembekalan tentang ekonomi kreatif, pengelolaan mangrove dan manfaatnya bagi masyarakat, pembekalan kemitraan lingkungan, budidaya lebah madu, pemberdayaan masyarakat serta pembekalan dinamika kelompok. Sejumlah upaya itu dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, sikap dan perilaku masyarakat dalam pengembangan ekowisata serta mewujudkan pengelolaan kawasan konservasi yang berbasis Tiga Pilar (Adat, Agama dan Pemerintah).

 

Ruti (Rusa Timor) Icon Festival Menipo 2019

Pada acara puncak Festival tersebut masyarakat Enoraen mempersembahkan tarian dan nyanyian adat serta mengajak Gubernur NTT, Kepala BBKSDA NTT, serta tamu undangan lainnya turut serta menari adat dan menyuguhkan sirih pinang sebagai tanda penghormatan. Tak hanya itu, Guru dan siswa-siswi SD Negeri Fatufuaf yang merupakan ‘tempat persinggahan’ tim BBKSDA NTT jika menuju ke Menipo dan atau kembali dari Menipo ini turut diundang. Siswa-siswi Fatufuaf sempat memberikan persembahan tarian dan nyanyian yang berjudul “rimbawan Kecil” di atas panggung. SD ini mendapat bantuan sebesar 90 juta dari Direktur Jenderal KSDAE, Kementerian LHK yang diserahkan kepada siswa secara simbolik.

Setelah serangkaian acara formal, Gubernur NTT dan tamu undangan lainnya melakukan peninjauan stand pameran. Acara selanjutnya yaitu Lomba Fashion Show dan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang telah dilaksanakan sebelum acara puncak, yaitu lomba mewarnai tingkat TK dan SD, melukis dan fotografi.

©Samrenta-BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Festival Menipo 2019

Kepala BBKSDA NTT (kiri) dan Gubernur NTT (tenga...

Serunya Penyuluhan TSL di Maum...

Maumere, 26 November 2019 Pendidikan koservasi ...

Festival Menipo 2019

  Kupang, 15 Oktober 2019       Pada Senin ...

SRAK Biawak Komodo

Kupang, 16 Oktober 2019 Pada tanggal 15 Oktober...

Jemboreng ke TWA Menipo

Kupang, 1 November 2019 Menipo, “pulau” yang se...

Upaya Penyelamatan Paus Pilot

 Identifikasi dan Pengukuran Paus Pilot Maumere...

Kunjungan Kepala BBKSDA NTT di...

  Penyambutan Kepala Balai Besar KSDA NTT Mala...

Patroli Merah Putih di Batas N...

Atambua,  Agustus 2019 Presiden Republik Indone...

Workshop Pelestarian Penyu

  Maumere, 19 Juli 2019. Dalam rangka menjaga...

Komodo Kembali Ke Habitatnya D...

 Persiapan Pelepasliaran Komodo di Pulau Oentolo...

Kunjungan Sekda Provinsi NTT k...

 Sekda Provinsi NTT beserta rombongan dan Petuga...

Melepasliar Sanca Timor di Hut...

Pelepasliaran Sanca Timor di Hutan Egon Ilemedo ...

BBKSDA NTT sajikan KOPIKO di d...

Kepala BBKSDA NTT (Peci Hitam) Didampingi Pejaba...

Penemuan Bangkai Lumba-lumba d...

Maumere, 30 Juni 2019 Pada hari Minggu tanggal ...

Menyelamatkan Komodo Yang Masu...

Kupang, 2 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT melalu...

Evakuasi Dramatis Buaya Muara ...

  Kupang, 1 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT mel...

Repatriasi Kura-kura Leher Ula...

Pict. Kepala BBKSDA NTT dan Direktur WCS-IP Kup...

Gerakan Masyarakat Kota Ruteng...

Pada tanggal 25 Januari 2019 Balai Besar KSDA NT...

Hari Peduli Sampah Nasional (H...

Gubernur NTT dan Kepala BBKSDA NTT Senin, 4 Mar...

Penilaian METT Balai Besar KSD...

Dalam  rangka Pencapaian Target Indikator Kinerj...

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou (Komodo) di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dar...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil pen...