best joomla menu module
Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG17 pulau.jpg20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG

Labuan Bajo, Balai Besar KSDA NTT, Senin, 18 November 2024

Bertempat di Gedung Visitor Center Taman Nasional telah dilaksanakan serah terima

satwa liar dilindungi dengan jenis Biawak Komodo (Varanus komodoensis) dari Balai

Besar KSDA Jawa Timur. 

 

Satwa liar Komodo tersebut merupakan hasil penanganan tindak pidana di bidang

KSDAHE oleh Ditreskrimsus Polda Jawa Timur tanggal 13 Maret 2024, yang dititipkan

kepada BBKSDA Jawa Timur berdasarkan surat

No.B/2407/III/PAM.5.3/2024/Ditreskrimsus, dan telah inkrah berdasarkan putusan

Pengadilan Negeri Surabaya No.862/Pid.Sus/LH/2024/PN Sby tanggal 11 Juli 2024.

 

Proses hukum tindak pidana dalam kasus ini, telah Inkrah berdasarkan Putusan

Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 862/Pid.Sus/LH/2024/PN Sby, tanggal 11 Juli 2024,

dimana: menjatuhkan pidana Terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan dan

denda Rp.10.000.000,00 subsidair selama 3 (tiga) bulan kurungan; Menetapkan Barang

Bukti berupa: 1 (satu) ekor Komodo (Varanus komodoensis) dalam keadaan hidup,

dikembalikan ke negara melalui BBKSDA Jawa Timur.

 

Berdasarkan hasil uji tes geneologi dari Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas

Biologi UGM, satwa Komodo tersebut merupakan komodo dengan wilayah sebaran

habitat alami dari Pulau Flores bagian utara.

 

Sebagai upaya penyelamatan dan pelestarian satwa komodo tersebut, pada hari Senin

tanggal 18 November 2024 telah dilaksanakan serah terima satwa komodo antara

BBKSDA Jawa Timur dengan BBKSDA NTT berlokasi di Komodo Vicitor Center Balai

Taman Nasional Komodo. Selanjutnya Komodo tersebut akan dilepasliarkan di kawasan

TWAL 17 Pulau (Pulau Ontoloe) Kab. Ngada, dan dilakukan pemantauan perilaku dan

pergerakan melalui pemasangan GOS Telemetry secara rutin.

 

Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar KSDA NTT, Ir. Arief Mahmud, M.Si.

menyampaikan bahwa pentingnya mencegah perdagangan satwa liar ilegal dan

meningkatkan upaya penindakan hukum. Dengan berlakunya Undang-Undang (UU)

Nomor 32 Tahun 2024 adalah UU tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990

tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya diharapkan sanksi

hukum terhadap pelaku perdagangan satwa akan lebih tegas. Kepala Balai Besar KSDA

NTT menyampaikan tingginya kasus perdagangan satwa liar ilegal mayoritas berasal dari

wilayah timur indonesia, tidak hanya Komodo tetapi jenis beberapa jenis burung.  

Balai Besar KSDA NTT telah melakukan upaya perlindungan habitat Komodo, di mana

85% habitatnya berada di luar kawasan konservasi. Ini adalah PR atau challenging

tantangan bagi kita bagaimana melindungi habitat dan komodo yang ada di areal

konservasi tersebut. Dengan adanya UU Nomor 32 tahun 2024, akan memperkuat kita

semua terutama di KSDAE untuk melakukan upaya-upaya yang lebih terintegrasi,

lebih terstruktur, yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya.

 

Melalui kerja sama dengan BRIN, tim telah melakukan pemetaan genetik Komodo

untuk menentukan asal-usul spesimen. Hal ini memungkinkan identifikasi yang lebih

akurat terhadap habitat dan populasi Komodo di wilayah Flores. 

 

“Pentingnya pelibatan masyarakat adat dalam konservasi. Beberapa contoh seperti

wilayah Torong Padang dan Kuan Fatu menunjukkan bagaimana masyarakat

setempat dapat melindungi habitat satwa liar melalui aturan adat. Rencana

pelepasliaran Komodo ke habitat aslinya diharapkan dapat menjadi model bagi upaya

konservasi serupa di masa depan, dengan pemantauan berkelanjutan menggunakan

teknologi GPS,” ucap Kepala Balai Besar KSDA NTT.

 

Kepala Balai Besar KSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. menyatakan,

bahwa translokasi/ pelepasliaran salah satu satwa kebangaan nasional yaitu Komodo 

(Varanus komodoensis) ke habitat alaminya merupakan langkah dan upaya

penyelamatan dan pelestarian satwa liar hasil penegakan hukum dalam rangka

penyelenggaraan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Selain itu

pelepasliaran satwa ini juga dalam rangka memperingati: Hari Cinta Puspa dan Satwa

Tahun 2024 serta sebagai edukasi kepada masyarakat bahwa peran satwa liar dalam

ekosistem sangat penting, selain itu kegiatan perdagangan illegal dan penyelundupan

satwa liar adalah pelanggaran undang-undang Nomor:  32 Tahun 2024 yang dapat

dijatuhi sanksi pidana dan denda.

 

BBKSDA Jawa Timur sangat mengapresiasi: Direskrimsus Polda Jatim, Kejaksaan

Tinggi Jawa Timur dan Pengadilan Negeri Surabaya serta instansi terkait yang

berhasil menggagalkan penyelundupan Komodo. Terima kasih juga kami sampaikan

kepada Balai Besar KSDA NTT, Balai Taman Nasional Komodo, Komodo Survival

Program (KSP) dan pihak-pihak lain yang telah membantu dan menerima translokasi

satwa liar jenis Komodo ke habitatnya. Kami akan selalu berupaya menjalin kerjasama

dan koordinasi MULTIPIHAK dalam rangka pengawasan peredaran tumbuhan dan

satwa liar, untuk meminimalisir upaya penyelundupan satwa. 

 

Berita Terbaru

Bimtek Peningkatan Kapasitas P...

Rabu, 20 November 2024. Telah dilaksankan pembukaa...

BBKSDA NTT gelar kegiatan peny...

Tema Sosialisasi adalah "Ngobrolin Iklim Bare...

SERAH TERIMA SATWA LIAR BIAWAK...

Labuan Bajo, Balai Besar KSDA NTT, Senin, 18 Novem...

TASYAKURAN PELUNCURAN VIDEO CL...

Kupang (Kamis, 14 November 2024) – Balai Besar KSD...

LAUNCHING VIDEO CLIP KURA KURA...

Halo #KawanKonservasi (https://www.instagram.com/e...

SURVEY PEMANFAATAN JENIS TERIP...

Teripang merupakan salah satu komoditas unggulan N...

Pelepasliaran 6 Ekor Biawak Ko...

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK...

BBKSDA NTT Serahkan Bantuan Ek...

Balai Besar KSDA NTT  bersama  Balai TN Komodo dan...

BBKSDA NTT Bentuk Kader Konser...

Pada tanggal 20 September 2023 lalu Balai Besar ...

Supervisi ke Taman Buru Pulau ...

Pada tanggal 17 September 2023 lalu Kepala B...

KSDAE Mengajar di SD GMIT Baum...

KSDAE Mengajar merupakan program kependidikan ya...

Jamur Tudung Pengantin di TWA ...

  Jamur Tudung (Phallus multicolor) adalah jamu...

Pelatihan Pembuatan Produk Mak...

  Senin, 29 Mei 2023, Kepala Balai Besar KSDA N...

Petugas BBKSDA NTT Terima Peny...

  Pada hari Selasa, tanggal 2 Mei 2023 petugas ...

Capung di Taman Wisata Alam Ca...

  Taman Wisata Alam Camplong terkenal dengan po...

BBKSDA NTT Selenggarakan Pelat...

Selama dua hari pada tanggal 4 – 5 November 2022, ...

BALAI BESAR KSDA NTT SERAHKAN ...

  Balai Besar KSDA NTT  pada  minggu pertama Bu...

Aksi Bersama World Cleanup Day...

Kupang, 17 September 2022. Hari Sabtu ini Balai Be...

AKSI BALAI BESAR KSDA NTT MENU...

Kupang, 26 Januari 2022. Selama dua hari sejak t...

Sang Kupu- Kupu Raja Timor di ...

          Kupu-kupu Raja Timor atau Silver Bi...

Penyerahan SK TORA dan Hutan S...

  Balai Besar KSDA NTT sebagai Korwil UPT KLHK ...

Kini, Kolam Wisata Oenaek Memi...

Kolam wisata Oenaek merupakan tempat wisata di K...

Sosialisasi Indonesia's FOLU N...

  Pada tanggal 1-2 Februari 2023 kemarin telah di...

Awali KSDAE Mengajar di SDI Ai...

KSDAE Mengajar Begin!   Pada 3 Februari 2023, ...

STOP Buang Sampah di TWA Campl...

  #KawanKonservasi (https://www.instagram.com/e...

Persiapan Sosialisasi FOLU NET...

Jumat, 20 Januari 2023. Kepala Balai Besar KSDA ...

Penenun Warna Alam adalah Peju...

  Sepenggal kalimat tersebut keluar dari Ibu Myra...

Penandatanganan PKS BBKSDA NTT...

Kupang, 12 Oktober 2020 Rasa syukur melingkupi ...

Penandatanganan RKT PKS BBKSDA...

Kupang, 29 September 2020 Hai Kawan Konsevasi, ...

Peringatan Puncak Hari Konserv...

  Menjelang hitungan hari, peringatan puncak Hari...

BBKSDA NTT Sabet 35 Sertifikat...

Kupang, 3 September 2020 Kamis nan mani...

Upaya Penanganan Paus Biru (Ba...

  Kupang, Rabu, 22 Juli 2020.   Balai Besar K...

Pendekatan Filosofi 3A Dalam H...

  Fatumnasi, 19 Juli 2020   Pendekatan dengan...

Ber-KOMPAK ala BBKSDA NTT

  Kupang, 28 Mei 2020  Pada hari Kamis tanggal ...

Pelepasliaran Burung Anis Kemb...

Kupang, 5 Juli 2020 Minggu, 14 Juni 2020, BBKSD...

Webinar Ketahanan Pangan Masya...

  Kupang, 19 Juni 2019.   Balai Besar KSDA N...

Simulasi Penerapan Protokol Co...

  Enoraen, 17 Juni 2020 Bertempat di Taman Wis...

Peringatan Hari Lingkungan Hid...

  Kupang, 5 Juni 2020.   Hari ini, jam 10.00-...

Menjelang New Normal, BBKSDA N...

  Maumere, 4 Juni 2020  Saat ini kita tengah...

Penanganan Konflik Buaya Muara...

Kupang, 1 Juni 2020 Konflik satwa liar antara bua...

Kepala BBKSDA NTT Melakukan Ku...

  Kupang, 22 Mei 2020   Pagi tadi (Jumat, 22 ...

Aksi Peduli Darurat Covid-19, ...

  Kupang, 24 April 2020   Hari ini, Balai Bes...

BBKSDA NTT Gelar Doa Bersama L...

  Kupang, 18 April 2020   Sabtu pagi, 18 Apri...

BBKSDA NTT Serahkan Bantuan Ke...

    Kupang, 3 April 2020   Balai Besar KSDA...

UNIT PENANGANAN SATWA BBKSDA N...

Sumba, 03 Februari 2020 Unit Penanganan Satwa (...

Bbksda Ntt Serahkan Santunan U...

Penyerahan santunan dari BBKSDA NTT ke keluarga ...

TRAGEDI DI LEMBATA KALA “NENEK...

Lembata, 31 Januari 2020 Ah, barangkali judul di ...

Peta Rencana Kerja Resort Tahu...

Kupang, 22 Januari 2020   Peta Rencana Kerja Res...

Festival Menipo 2019

Kepala BBKSDA NTT (kiri) dan Gubernur NTT (tenga...

Serunya Penyuluhan TSL di Maum...

Maumere, 26 November 2019 Pendidikan koservasi ...

Festival Menipo 2019

  Kupang, 15 Oktober 2019       Pada Senin ...

SRAK Biawak Komodo

Kupang, 16 Oktober 2019 Pada tanggal 15 Oktober...

Jemboreng ke TWA Menipo

Kupang, 1 November 2019 Menipo, “pulau” yang se...

Upaya Penyelamatan Paus Pilot

 Identifikasi dan Pengukuran Paus Pilot Maumere...

Kunjungan Kepala BBKSDA NTT di...

  Penyambutan Kepala Balai Besar KSDA NTT Mala...

Patroli Merah Putih di Batas N...

Atambua,  Agustus 2019 Presiden Republik Indone...

Workshop Pelestarian Penyu

  Maumere, 19 Juli 2019. Dalam rangka menjaga...

Komodo Kembali Ke Habitatnya D...

 Persiapan Pelepasliaran Komodo di Pulau Oentolo...

Kunjungan Sekda Provinsi NTT k...

 Sekda Provinsi NTT beserta rombongan dan Petuga...

Melepasliar Sanca Timor di Hut...

Pelepasliaran Sanca Timor di Hutan Egon Ilemedo ...

BBKSDA NTT sajikan KOPIKO di d...

Kepala BBKSDA NTT (Peci Hitam) Didampingi Pejaba...

Penemuan Bangkai Lumba-lumba d...

Maumere, 30 Juni 2019 Pada hari Minggu tanggal ...

Menyelamatkan Komodo Yang Masu...

Kupang, 2 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT melalu...

Evakuasi Dramatis Buaya Muara ...

  Kupang, 1 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT mel...

Repatriasi Kura-kura Leher Ula...

Pict. Kepala BBKSDA NTT dan Direktur WCS-IP Kup...

Gerakan Masyarakat Kota Ruteng...

Pada tanggal 25 Januari 2019 Balai Besar KSDA NT...

Hari Peduli Sampah Nasional (H...

Gubernur NTT dan Kepala BBKSDA NTT Senin, 4 Mar...

Penilaian METT Balai Besar KSD...

Dalam  rangka Pencapaian Target Indikator Kinerj...

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou (Komodo) di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dar...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil pen...