best joomla menu module
Call Center.pngStop Illegal.png
100_3258.JPG17 pulau.JPG20160721_161823.jpgDSC00453.JPGDSC00546.jpgDSC_0044.JPGDSC_0404.JPGDSC_0530.JPGDSC_0556.JPGDSC_0648.JPGDSC_0768.JPGDSC_0964.JPGIMG_3146.JPGIMG_5732.JPGIMG_6219.JPGIMG_6411.JPGP1020015.JPG_DSC0323.JPGwae wuul.JPG


Step on Flores land, it’s not only about the Komodo Dragon. The hidden treasures of Lesser Sunda Island can be found in the Nusa Nipa or Snake Island, the original name of Flores Island. From the amazing underwater, the serpentine road awaits to be explored. The best advice to start the journey is prepare the anti-nausea pill.

Let’s begin from the west. After taste Labuan Bajo’s heat, cool it down by the trip to Ruteng, the town of Manggarai people. Pamper your eyes with the greeny scenery, the flowery town, Ruteng is the contrary of West Flores’s Coast.

It is the Ruteng Natural Park’s turn to be visited. For the birders, it’s the Aves Paradise. 17 endemic birds can be watched along with more than 50 bird species on this 32,245.60 Km2 area.Put these endemic birds’ name on your notebook as the reminder to be found : Flores Scops Owl (Atus alfredi), Flores Hanging Parrot (Loriculus flosculus),  Flores myna (Gracula religiosa mertensi), Sunda/ Flores Hawk Eagle (Nisaetus floris, formerly Spizaetus floris), and Bare Throated Whistler (Pachycephala nudigula).

The 3 observation spots had been mapped by the authority i.e Ranamese, Ranaka, and Golo Lusang. The 3 Km Ranamese spot surrounds the 5 Km2 Ranamese Lake. Ranamese Lake located at 1200 m asl and 43 m in depth, formerly was a steep crater created by vulcanic activity.

Put the binoculars on your eyes and listen up, then the pygmy owl (burung hantu kerdil), sunbird (burung madu), white-eyes (burung kacamata), noisy friar-bird (cikukua lantang), glittering kingfisher (Cekakak tunggir putih), wallacean drongo (srigunting sikek),the hardhead (itik gunung), the whistling duck (belibis), and junglefowl (ayam hutan) can be seen/heard.

The 9 Km Ranaka spot towards Ranaka Mount’s top is the home for sunbird, white-eyes, noisy friar-bird, glittering kingfisher, junglefowl, chestnut-capped Thrush (anis kembang/ Zoothera intrpres), chestnut-backed Thrush (anis nusa tenggara/ Zoothera dohertyi), and Sunda Hawk Eagle (elang flores). Ranaka Mount is the second highest top in Manggarai and East Manggarai Regency.

The seven summits in this park are Ranamese (1,790 m), Golo Coronumbeng (1,800 m), Ponte Nao (1,920 m), Poco Leda (1,990 m), Poco Nembu (2,030 m), Poco Ranaka (2,140 m), and Poco Mondosawu (2,400 m). In 1987, Mount Ranaka erupted then produced the new volcano, was called by Anak Ranaka.

Meet some springs at Gololusang spot, this is the place to find sunbird, white-eyes, noisy friar-bird, short-tailed Starling, junglefowl, chestnut-capped Thrush, chestnut-backed Thrush, and lesser coucal (bubut alang-alang). From this place we can have a sightseeing of Flores’s Southern Coastal and Sumba Island. Ruteng Natural Park also home for wild boar (babi hutan/ Sus vitatus), hedgehog (landak/ Hystrix bracyura), Asian palm civet (musang/ Paradoxurus hermaphroditus), long-tailed Macaque (kera ekor panjang/ Macaca fascicularis), cave nectar bat (kelelawar/ Eonycteris spelaea), Hainald’s rat (Rattus hainaldi), Flores giant rat (Papagomys armandvillei), and snakes.

While observe the fauna, explore the nature of this park. Around the Ranamese Lake, there are waterfalls. The popular ones are Cunca Rede and Cunca Ruar. Both are separated by 100m distance. This park is water catchment area for Manggarai Regency to East Manggarai Regency. It has the wettest ecosystem in East Nusa Tenggara. The primary forest on 1,000 m asl and the slope over 40% results temperature from 9 to 28°C.

This climate is suitable for epiphit especially orchids. The authority has identified 12 species, and the study still continues. Based on the note by a priest (Jilis Aj Verheijen SVD), there are 252 species of anthophyta, 69 of them are used as traditional cure by local people.

Ruteng Nature Park in the heart of Manggarai Land, promises the distinct journey from Flores Exploration Take a deep breath, inhales...exhales...let the oxygen purifies your soul trough your blood circulation. It is cold or mild, but it makes us calmer than before, even the nausea by the winding road.

©Dewi Indriasari-BBKSDA NTT

Berita Terbaru

Upaya Penyelamatan Paus Pilot

 Identifikasi dan Pengukuran Paus Pilot Maumere...

Kunjungan Kepala BBKSDA NTT di...

  Penyambutan Kepala Balai Besar KSDA NTT Mala...

Patroli Merah Putih di Batas N...

Atambua,  Agustus 2019 Presiden Republik Indone...

Workshop Pelestarian Penyu

  Maumere, 19 Juli 2019. Dalam rangka menjaga...

Komodo Kembali Ke Habitatnya D...

 Persiapan Pelepasliaran Komodo di Pulau Oentolo...

Kunjungan Sekda Provinsi NTT k...

 Sekda Provinsi NTT beserta rombongan dan Petuga...

Melepasliar Sanca Timor di Hut...

Pelepasliaran Sanca Timor di Hutan Egon Ilemedo ...

BBKSDA NTT sajikan KOPIKO di d...

Kepala BBKSDA NTT (Peci Hitam) Didampingi Pejaba...

Penemuan Bangkai Lumba-lumba d...

Maumere, 30 Juni 2019 Pada hari Minggu tanggal ...

Menyelamatkan Komodo Yang Masu...

Kupang, 2 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT melalu...

Evakuasi Dramatis Buaya Muara ...

  Kupang, 1 Juli 2019 Balai Besar KSDA NTT mel...

Repatriasi Kura-kura Leher Ula...

Pict. Kepala BBKSDA NTT dan Direktur WCS-IP Kup...

Gerakan Masyarakat Kota Ruteng...

Pada tanggal 25 Januari 2019 Balai Besar KSDA NT...

Hari Peduli Sampah Nasional (H...

Gubernur NTT dan Kepala BBKSDA NTT Senin, 4 Mar...

Penilaian METT Balai Besar KSD...

Dalam  rangka Pencapaian Target Indikator Kinerj...

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kaw...

  Penetapan kawasan Cagar Alam (CA) Mutis Timau p...

Simaksi dan SATS-DN Menuju Onl...

  Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur diberi ama...

Mbou (Komodo) di Torong Padang

  Torong Padang, suatu tanjung di Utara Pulau Flo...

Ekosistem Blue Carbon di Batas...

    Ekosistem blue carbon adalah ekosistem diman...

Datang dan Bergema

  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Te...

Samurai versus Buaya Pemakan M...

          Balai Besar KSDA NTT kedatangan seoran...

Bushcraft di Pulau Menipo

  Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas yang...

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa...

            Pada sore hari di medio bulan Desembe...

Kabupaten Timor Tengah Selatan...

  Selama ini, kita mengenal Cagar Alam (CA) Mut...

Sio Manise Untuk Peningkatan P...

  Hasil diagnostic reading permasalahan pada Ba...

Analisis Pohon konflik TWA Rut...

Perambahan kawasan dan illegal logging TWA Ruteng ...

Perlindungan Habitat Komodo Be...

  Konsep Perlindungan Hutan Berbasis Ekosistem P...

Monitoring TSL (Ular) Usulan K...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Bes...

Pengamanan Kolaboratif TWA 17 ...

  Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau merup...

Rekreasi ke Camplong

  Kupang, 05/12/2018-Rekreasi, atau dulu kita bia...

Panduan Interpreter Wisata Ala...

  Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan ya...

Ruteng, The Refreshness of Flo...

Step on Flores land, it’s not only about the Kom...

Alam Spektakuler TWA Menipo

Memandang deburan ombak pantai selatan yang meng...

Ayo Wisata Bahari ke TWAL Telu...

TWAL Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugu...

Eksotis dan Komplit, Wisata di...

Eksotis, kata yang mewakili Taman Wisata Alam La...

Pameran, Media Sosialisasi dan...

Pameran konservasi dilaksanakan dengan tujuan un...

Pentingnya Pembinaan Kader Kon...

    Telah menjadi kesadaran bersama bahwa kele...

Monitoring TSL (Burung) Usulan...

Kupang, 7 Desember 2018 Wilayah kerja Balai Besar...

Kunjungan TK Bintang Al Quran ...

“Awas tangannya.....” “Awas jarinya....” Kupang,...

Pilot Drone BBKSDA NTT

Kupang, 26 November 2018 Balai Besar KSDA NTT mer...

Konservasi Penyu TWA Menipo

  Perkembangan Konservasi Penyu di TWA Menipopada...

Konsultasi Publik Tapak TWA Ca...

Camplong, 14 November 2018 Pada hari Kamis, tangg...

FGD Tata Kelola PNBP TWAL G.P....

Maumere, 09 November 2018 Seksi Konservasi Wila...

Rescue Buaya Muara di Soliu

  Kupang, 2 November 2018 Pada tanggal 31 Oktobe...

Pemberdayaan Masyarakat di Des...

Maumere, 19 Oktober 2018. Balai Besar KSDA NTT m...

Pelatihan Penanganan Konflik M...

Kupang, 19 Oktober 2018. Dalam upaya mitigasi pe...

Guru Pemerhati KSDAE

Soe, 27 September 2018 Sebagai Unit Pelaksana Tek...

Konflik Satwa (Buaya) di Welul...

Maubesi, 17 September 2018 Pada tanggal 6 Septe...

Pemberdayaan Masyarakat Desa P...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Dalam pengelolaan T...

Upaya Pembangunan Karakter Gen...

BBKSDA NTT, 13 September 2018   Balai Besar KS...

Role Model Tanaman Obat Berbas...

BBKSDA NTT, 13 September 2018 Latar Belakang Tam...

Inventarisasi Masyarakat Tradi...

Riung, 12 September 2018 Taman Wisata Alam Laut (...

Penanganan Bangkai Paus Sperm...

Alor, 10 September 2018 Pada hari Senin,  tangg...

Nuri Diserahkan Sukarela di SK...

Maumere, 31 Agustus 2018 Balai Besar Konservasi...

Daging Penyu dan Lumba Lumba d...

Maumere, 31 Agustus 2018   Sebagai tindak lanj...

Penyerahan Satwa Secara Sukare...

Maumere, 28 Juni 2018 Balai Besar KSDA (BBKSDA) N...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ...

Monitoring Penangkaran Ex-Situ Rusa Timor di Kota ...

Penyelamatan Komodo di Desa Ba...

Bari, 22 Juli 2018 Sehubungan dengan adanya inf...

Pengiriman Kulit Buaya dari Al...

Kupang, 2 Maret 2018. Sebanyak enam lembar kulit ...

TWA Camplong, Bukan TPA Camplo...

Camplong, 21 Februari 2018 “Ayo bergerak bersama”...

Partisipasi BBKSDA NTT di HMPI...

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa T...

Kerjasama Pelestarian Kura-Kur...

Kupang, 28 September 2017 Dalam rangka Optimalisa...

Sosialisasi Perlindungan Rugu/...

Borong, 27  September 2017 Bertempat di Aula Dina...

Burung Beo dan Gigi Duyung Dia...

Kupang, 18 September 2017 Pada hari Senin tanggal...

Pembahasan Draft Role Model BB...

Kupang, 6 september 2017   BBKSDA NTT melaksanak...

Kerjasama Antara BBKSDA NTT da...

Kupang, 28 Agustus 2017. Bertempat di Kantor Bala...

Gubernur NTT di Stand Kehutana...

Kupang, 13 Agustus 2017 Gubernur NTT, Drs. Frans ...

Jelajah Sepeda Tahun 2017 di T...

Kupang, 13 Agustus 2017 Jelajah Sepeda Kompas 201...

Peringatan Hari Konservasi Ala...

Kupang, 10 Agustus 2017 Melalui Keppres Nomor 22 ...

Buaya Punya Kandang Baru

Kupang, 4 Agustus 2017 Buaya memiliki sifat 'homi...

Darurat Peredaran Tumbuhan dan...

Kupang, Februari 2017. Hanya dalam kurun waktu 2 ...

1 Ekor Buaya Betina Diamankan

Kupang, 9 Mei 2017. Menindaklanjuti laporan dari ...

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penet...